Alamaak..Ada 1.700 Media di Riau. Kadis Kominfotik: Kami Sedang Menata dan Verifikasi Media

TIRASTIMES.COM, PEKANBARU – Penerbitan media terutama media daring benar-benar jadi alternatif bagi sebagian orang sejak era digital. Ini terbukti di tanah air bermunculan ribuan media daring bak jamur di musim hujan.

Di Provinsi Riau saja kini ada sekitar 1.700 media baik cetak, elektronik maupun media daring. Realita ini menempatkan Riau berada pada posisi kelima yang mempunyai media terbanyak di Indonesia setelah Jatim, DKI Jakarta, Batam dan Sumut.

Masalah ini terungkap dalam wawancara khusus wartawan Tirastimes.com, Fakhrunnas MA Jabbar dan H. Ian Machyar dengan Kadis Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Riau, Drs. Chairul Rizki, MS, MP di Kopao Cafe, Jl. Arifin Achmad, Pekanbaru, Rabu (17/2). Rizki didampingi Kasi Fahmi.

Chairul Rizki selanjutnya mengatakan pihaknya kini gencar melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Dewan Pers, PWI, Komisi Informasi dan sejumlah Diskominfo di tanah air sehubungan bakal diterbitkannya Pergub Riau terkait kerjasama iklan dan advertorial antara pihak pemerintah dengan media.

”Kami ingin semua bentuk kerjasama antara pihak pemerintah dengan media tidak menimbulkan masalah hukum. Sebab sebagaimana sudah terjadi saat ini di sejumlah daerah ini, ada kasus-kasus pidana yang dialami birokrat yang mengurus masalah kerjasama iklan dan advertorial tersebut,” kata Rizki

Rizki selanjutnya mengungkapkan saat ini ada sekitar 200 media yang mengajukan permohonan kerjasama dengan Diskominfo dimana 150 media di antaranya sudah diverifikasi. Dari hasil verifikasi tersebut ada 15 media baik cetak, elektronik maupun daring yang dipandang memenuhi syarat.

”Di antara syarat yang harus dipenuhi media agar lolos verifikasi selain syarat administratif dan faktual di Dewan Pers juga harus mempunyai wartawan di setiap kabupaten/ kota. Untuk media cetak selain harus terdistribusi di seluruh wilayah Riau juga harus mempunyai percetakan sendiri. Sekarang semuanya makin ketat peraturannya. Untuk baliho saja kini disyaratkan harus mempunyai mesin cetak sendiri,” ujar birokrat yang lama dipercaya sebagai Karo Humas Pemprov Riau ini. (hen)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan