Mengunjungi dan mengamati pameran seni rupa “reARTsi” seperti melewati lorong-lorong sunyi penuh aneka warna. Pameran yang diselenggarakan di Galeri Hang Nadim, Anjungan Kampar Purna MTQ berlangsung dari tanggal 3-24 Juni 2023.
Dari sederet karya yang ditampilkan, ada satu yang menarik untuk ditulis sebagai bentuk apresiasi yaitu karya berjudul Blue Moon. Lukisan tersebut merupakan karya dari F. Yohanes tertuangkan dalam media kanvas 100 cm x 80 cm dengan menggunakan akrilik. Saya tidak mengkaji dari sisi analisis teknis melukis dan pewarnaan, namun melihat dari sisi objek dalam lukisan tersebut, yaitu kura-kura.
Mitologi Kura-Kura
Dalam salah satu penjelasan oleh kurator pameran seni rupa tersebut frase mitologi kura-kura dalam lukisan tersebut. Mitologi kura-kura memiliki berbagai bentuk dan makna dalam berbagai budaya di seluruh dunia. Kura-kura sering kali dianggap sebagai simbol yang kuat dan memiliki banyak interpretasi yang berbeda. Berikut ini beberapa contoh mitologi kura-kura yang terkenal:
- Dalam mitologi Yunani kuno, kura-kura dianggap sebagai simbol keabadian dan ketahanan. Menurut mitos, bumi pertama kali muncul dari punggung seekor kura-kura raksasa bernama Kura-Kura Kosmik. Kura-kura ini merupakan lambang kelanggengan dan kemampuan untuk bertahan dalam waktu yang lama.
- Dalam mitologi Cina, kura-kura dianggap sebagai simbol kebijaksanaan, kekuatan, dan keberuntungan. Menurut legenda, ada sebuah pulau surgawi yang didukung oleh empat kura-kura surgawi. Kura-kura dianggap sebagai makhluk yang bijaksana dan mampu hidup selama berabad-abad.
- Dalam mitologi Hindu, kura-kura disebut sebagai Kura-Kura Avatar (Kurma). Dalam legenda ini, Dewa Wisnu berubah wujud menjadi seekor kura-kura untuk membantu para dewa dan raksasa dalam mengaduk Samudra Susu dalam rangka mendapatkan amrita, nektar keabadian. Kura-Kura Avatar juga melambangkan keabadian dan kekuatan kosmik. Dalam mitologi Hindu yang lain tumbuh kepercayaan bahwa kura-kura merupakan jelmaan dewa Wisnu ke dunia. Wisnu yang menjelma tersebut dalam upaya menyelamatkan jagad raya dari bencana dahsyat. Dimana saat itu para dewa dan raksaksa mengaduk-aduk lautan guna mendapatkan Tirtaamerta/Sanjiwani yang merupakan intisari kehidupan.
- Beberapa suku asli Amerika juga memiliki mitos tentang kura-kura. Dalam budaya suku Hopi, kura-kura dianggap sebagai simbol perjalanan spiritual dan ketahanan. Kura-kura sering kali digambarkan sebagai penjaga dunia bawah dan disebut sebagai makhluk yang mampu berjalan di antara dunia-dunia yang berbeda.
- Dalam beberapa mitologi Afrika, kura-kura dianggap sebagai simbol kesabaran, kebijaksanaan, dan perlindungan. Dalam cerita rakyat Yoruba dari Nigeria, kura-kura dianggap sebagai makhluk yang membawa dunia di punggungnya dan memberikan
Kura-Kura dalam Lukisan
Kura-kura adalah hewan reptil yang sering kali menjadi subjek dalam seni lukis. Mereka sering digambarkan karena bentuk mereka yang unik dan pola-pola pada cangkang mereka yang menarik. Lukisan kura-kura dapat memperlihatkan berbagai sudut pandang, dari potret mendetail hingga penggambaran kura-kura dalam lingkungan alaminya.
Dalam budaya beberapa masyarakat, kura-kura juga memiliki makna simbolis yang dalam. Misalnya, dalam mitologi Cina, kura-kura dianggap sebagai simbol kebijaksanaan dan kekuatan. Di Jepang, kura-kura dianggap sebagai simbol keberuntungan dan umur panjang. Oleh karena itu, kura-kura sering digambarkan dalam seni Jepang seperti lukisan, ukiyo-e, dan kerajinan tradisional.
Kura-kura sering kali menjadi objek yang menarik dalam lukisan. Mereka memiliki bentuk dan ciri khas yang mudah dikenali, dengan cangkang mereka yang melindungi tubuh mereka. Dalam seni lukis, kura-kura sering digambarkan dengan berbagai gaya dan konteks.
Dalam lukisan, kura-kura sering kali melambangkan kualitas seperti ketahanan, kesabaran, dan ketenangan. Beberapa seniman mungkin menggunakan kura-kura sebagai simbol keabadian karena usia panjang yang dikaitkan dengan spesies ini. Kura-kura juga dapat digambarkan dalam berbagai gaya seni, mulai dari realisme hingga ekspresionisme atau abstraksi.
Beberapa seniman terkenal yang menggambarkan kura-kura dalam lukisan mereka termasuk Leonardo da Vinci dengan lukisan “Studi Kura-kura”, Salvador Dali dengan karya “Kura-kura yang Melompat”, dan Henri Rousseau dengan lukisan “Kura-kura di Lautan.” Setiap seniman memiliki gaya dan interpretasi mereka sendiri tentang bagaimana menggambarkan kura-kura dalam lukisan mereka.
Dalam seni lukis tradisional Jepang, kura-kura sering kali dikaitkan dengan lambang kehidupan yang panjang dan kebijaksanaan. Mereka dapat digambarkan dalam lukisan-lukisan alam, seperti di tengah taman berbunga atau di dekat air terjun, untuk mengekspresikan harmoni dan ketenangan.
Dalam seni Barat, kura-kura juga sering muncul dalam lukisan-lukisan alam, terutama yang berkaitan dengan laut dan pantai. Kura-kura sering kali digambarkan bersama dengan karang, ikan, dan flora laut lainnya, menciptakan gambaran kehidupan bawah laut yang indah.
Selain itu, dalam seni kontemporer, kura-kura juga dapat menjadi subjek eksperimental bagi seniman yang ingin mengeksplorasi bentuk, tekstur, dan warna. Mereka bisa digambarkan dengan gaya yang abstrak atau disempurnakan dengan teknik yang unik.