PERJALANAN menuju Kampung Keridi dan Desa Sokop, Kepulauan Meranti menghabiskan waktu berjam-jam. Diawali baca doa keberangkatan oleh Ustadz Ayub Nahar, S.Ag yang juga Ketua Panitia, rombongan Bakti Sosial DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam) Provinsi Riau yang berjumlah 21 orang memulai perjalanan mulia. Rombongan menaiki bus dari halaman gedung LAM Riau, Pekanbaru di pagi Jumat (31/7) yang tenang. Unsur petinggi pengurus DMDI Riau yang menyertai perjalanan ini Ketum DMDI Riau diwakili Timbalan Ketum, Dr (Can) Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, M.I.Kom. Ihwal menyewa bus operasional sebuah pesantren dengan harga diskon ini diinisiasi oleh Puan Nuraini Ayang karena sebelumnya sudah berhubungan baik.
Perjalanan darat ini ditempuh hampir empat jam untuk sampai di Desa Sungai Rawa, Kabupaten Siak. Selama dalam perjalanan, anggota tim baik laki-laki maupun perempuan menyanyi karaoke bergantian. Lagu-lagu berirama Melayu pun bermunculan di samping lagi urama pop dan dangdut. Puan Arjunaida yang jadi humas panitia, sibuk membuat dokumen foto dan video para ‘penyanyi dadakan’ DMDI.
Alhamdulillah, rombongan laki-laki dapat melaksanakan shalat Jumat di Masjid Mustaqin. Selepas Jumat, rombongan laki-laki dan perempuan menunaikan shalat Ashar jamak.
Rombongan makan siang di pelabuhan Sungai Rawa sambil menunggu Kempang (kapal motor yang bagian depannya terbuka lebar karena biasanya bisa mengangkut 1=2 mobil) menuju ibukota Kepulauan Meranti, Kota Selatpanjang. Kempang yang sudah dicarter melalui Ustadz H. Ahmad Fauzi, Koordinator Lapangan di Kepulauan Meranti agak mengalami keterlambatan. Suasananya agak menggusarkan hati Timbalan Ketua Panitia, Hj. Jahlelawaty Ja’afar, M.Si. Sebab rombongan akan dijamu makan malam di kediaman dinas Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H. Khalid Ali SE . Momen ini sangat penting karena jamuan makan malam tersebut akan dihadiri oleh Bupati AKBP H. Asmar dan unsur Forkopimda. Jahlelawaty adalah anak jati Melayu yang digelari Srikandi Kepulauan Meranti.
Hampir jam 15.00, sebuah kapal motor kayu—masyarakat setempat menyebutnya ‘kempang‘— merapat dipelabuhan Sungai Rawa. Kempang ini selanjutnya membawa rombongan dan perbekalan sebagian paket bantuan menyusuri alur sungai dan kawasan pesisir menuju Kota Selatpanjang.
Di atas kempang itu duduk 21 orang rombongan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Provinsi Riau. Mereka bukan wisatawan yang hendak menikmati panorama hutan mangrove atau pulau-pulau kecil di Selat Malaka. Rombongan membawa ratusan paket sembako, perlengkapan sekolah, pakaian layak pakai, dan satu misi sederhana namun penuh makna: berbagi kasih kepada masyarakat yang tinggal jauh dari hiruk-pikuk kota.
Koordinator Pakaian Layak Pakai, Puan Hj. Tutin Apriyani, SE yang sebelum keberangkatan berusaha mengumpulkan sumbangan pakaian dari berbagai pihak itu, bahkan Tutin harus menjemput sumbangan pakaian tersebut ke rumah penyumbang, “Saya merasa bahagia dengan pengumpulan pakaian ini. Meskipun pakaian-pakaian ini harus diselesaikan dan dikelompokkan untuk mempermudah saat dibagikan. Lumayan ada sekitar 30 koli pakaian yang terkumpul,” kata Tutin yang akrab dipanggil Puan Nenny.
Program Bakti Sosial DMDI Riau 2026 itu sekaligus menjadi penutup masa khidmat kepengurusan DMDI Riau periode 2023–2026. Namun, kegiatan ini tidak dipilih dalam bentuk seremoni mewah di hotel berbintang, melainkan di tengah masyarakat pedalaman yang selama ini jarang tersentuh kegiatan sosial berskala besar.
Saat rombongan sampai di Selatpanjang, jam sudah menunjukkan pukul 19.00 lewat. Rombongan langsung menuju sebuah hotel yang disediakan oleh Pemkab Kepulauan Meranti berkat pendekatan Puan Jahlelawaty. Semula rombongan akan ditempatkan di asrama PP Darul Fikri pimpinan H. Ahmad Fauzi. Bahkan Ustadz Fauzi sempat membelikan kasur baru demi menghormati rombongan Baksos DMDI Riau.*
Bersambung.
(Fakhrunnas MA Jabbar adalah wartawan dan Tutin Apriyani adalah Ketua Wanita Penulis Indonesia (WPI) Riau.)