Dorong Penulis Muda Tumbuh, Forum Lingkar Pena Wilayah Riau Apresiasi Kumcer Senja yang Marun Karya Rio Rozalmi

PEKANBARU– Forum Lingkar Pena Wilayah Riau berkomitmen terus meningkatkan kaderisasi cerpenis-cerpenis muda di Riau. Dalam rangka kaderisasi tersebut, apresiasi karya Kumpulan Cerpen Senja yang Marun karya Rio Rozalmi dilakukan pada Ahad, 23 Februari 2025 di Aula Balai Bahasa Provinsi Riau.

Hal tersebut diungkapkan Bambang Kariyawan Ys selaku narasumber dan pengurus Divisi Karya Badan Pengurus Pusat (BPP) Forum Lingkar Pena.
“FLP terus membekali anggota-anggotanya untuk berkarya. Mendorong penulis-penulis baru muncul ke publik. Kita dorong semua anggota berkarya di tingkat nasional,” katanya.

Kumpulan Cerpen Senja yang Marun merupakan karya perdana cerpenis Forum Lingkar Pena Riau Rio Rozalmi yang diapresiasi langsung beberapa narasumber yang hadir. Di antaranya sastrawan Riau Hary B. Kori’un, Rian Harahap, Bambang Kariyawan Ys, dan Nafi’ah al-Ma’rab.

Dalam diskusi yang berlangsung setengah hari tersebut, para narasumber mengupas penyajian cerpen-cerpen dalam buku Senja yang Marun. Penulis yang berlatar belakang budaya Minangkabau mencoba menggali latar Pekanbaru yang masih jarang diangkat oleh penulis Pekanbaru sendiri.

“Saya melihat Rio Rozalmi berani mengangkat tema Pekanbaru yang saya sendiri jarang menjadikannya sebagai latar,” ungkap Rian Harahap dalam paparannya. Lebih lanjut Rian menjelaskan, penulis memiliki kekuatan dalam menggarap cerpen-cerpen bertema lokal Minangkabau. Hal tersebut dibuktikan dengan satu buah cerpen berjudul Malewakan Gala. Cerpen tersebut terpilih dalam 25 cerpen AA Navis terbaik Provinsi Sumatra Barat pada tahun 2024. “Menurut saya Malewakan Gala ini cerpen unggulan dalam buku ini,” tambah Rian.

Rio Rozalmi sendiri menyebutkan, kumpulan cerpen yang ia buat merupakan proses menulis selama satu tahun yang ia lakukan di Forum Lingkar Pena Riau.
“Ini adalah cerpen-cerpen yang saya himpun selama proses saya mengikuti Duta Cerpen di Forum Lingkar Pena Wilayah Riau. Terima kasih atas apresiasinya,” katanya.

Dalam diskusi tersebut juga hadir Hary B.Kori’un yang menyampaikan gagasannya terkait pentingnya sebuah karya disajikan untuk membangun pemikiran orang dalam berpikir kritis. Sebuah karya akan semakin baik jika bisa didiskusikan dan tidak langsung dalam satu penafsiran saja.
“Sebuah karya sastra yang baik adalah karya yang bisa membuat kita berpikir, bisa didiskusikan,” katanya.

Kegiatan apresiasi cerpen Senja yang Marun tersebut dilakukan sebagai bentuk kolaborasi dan kerjasama Forum Lingkar Pena Wilayah Riau dan Balai Bahasa Provinsi Riau.

Perayaan Milad FLP dan Tarhib Ramadan

Rangkaian acara bedah buku yang berlangsung setengah hari tersebut dilanjutkan dengan kegiatan perayaan milad Forum Lingkar Pena ke-28 dengan memotong tumpeng dan makan bersama.

Tak hanya itu, kegiatan yang diikuti para anggota dan pengurus FLP Riau tersebut juga menghadirkan Wamdi selaku penceramah yang menyampaikan persiapan menyambut bulan Ramadan.

Merayakan acara milad disempurnakan dengan mengadakan lomba rangking satu dan lomba menulis plus membaca puisi bertema lingkungan.

Selain itu, Bambang Kariyawan dalam kegiatan ini juga mengumumkan peserta terpilih lomba membaca puisi yang diunggah di YouTube.***

 

Comments (0)
Add Comment