Pekanbaru-Tirastimes: – Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning Pekanbaru mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dalam rangka Tri Darma Perguruan Tinggi. Pengabdian dilakukan di Kabupaten Kampar tepatnya Hutan Adat Ghimbo Pomuan yang dilakukan pada bulan November 2022 lalu
Pelatihan dilakukan oleh tiga orang dosen Fahutan Unilak yaitu Muhammad Ikhwan S.Hut., M.Si ; Hanifah Ikhsani, S.Hut., M.Si dan Ika Lestari, S.Hut., M.Si berupa pelatihan penggunaan GPS dan arcGIS yang dilakukan di Labor Fakultas Kehutanan Unilak diikuti oleh beberapa pemuda dan tokoh masyarakat.
ArcGIS merupakan perangkat lunak yang satu ini merupakan software yang dikembangkan oleh ESRI (Environtment Science & Research Institute) berbasis GIS (Gerographic Information System). Pada dasarnya merupakan kompilasi atau pergabungan dari beberapa software berbasis GIS lainnya seperti GIS desktop, GIS server, dan GIS web. Software berbasis GIS untuk Jasa Buat Peta Digital.
Manfaat arcGis adalah; Menyajikan data geographic information system yang relevan; Mempermudah pembuatan dan pengeditan peta tematik; Mempermudah proses analisis spasial; Menyajikan visualisasi peta yang berkualitas; Sebagai media sharing data peta yang tepat.
Menurut Hanifah Ikhsani, pemanfaatan hutan secara lestari merupakan salah satu tujuan dari kegiatan pengelolaan hutan. Peran serta masyarakat dan para pihak dalam mengelola hutan menjadi optimal, terutama pada Hutan adat Ghimbo Pomuan sangat dibutuhkan dalam pendataan sumber daya hutan adat.
“Kegiatan survei merupakan pengumpulan informasi mengenai sumber daya hutan yang membutuhkan kemampuan navigasi menggunakan GPS bagi masyarakat hutan adat selaku pengelola hutan. Serta, mampu mengoperasikan aplikasi pemetaan seperti arcGIS sangat diperlukan agar dapat mengetahui potensi kawasan secara komprehensif.Salah satu hutan adat yang dimiliki oleh Provinsi Riau adalah Hutan Adat Ghimbo Pomuan, Kenegerian Kampa, Riau. Sebut Hanifah
” Dengan ketrampilan yang dimiliki diharapkan masyarakat pengelola hutan adat dapat menginventarisasi hutan adat mereka sendiri hingga melakukan perencanaan, pengelolaan dan evaluasi kawasan hutan adat” ujar Hanifah yang sering turun ke desa desa memberikan pelatihan ini. .(rls/wd)