Egoisme dan Sikap Serakah Penghalang Wujudnya Keadilan: Oleh Hendrizon Bin (Alm) Nashruddin Zakaria

Fenomena akhir-akhir ini yang terjadi di tengah-tengah masyarakat terkesan sulitnya untuk menegakkan dan mewujudkan keadilan. Naiknya harga sembilan bahan pokok (Sembako) dan tindak kesewenang-wenangan oleh para pemangku kebijakan membuat sebagian masyarakat merasakan sulitnya menjalani kehidupan sehingga harus ekstra keras melakukan berbagai pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup yang terkadang di luar batas kewajaran.

Akibatnya muncul lah sikap ketidakadilan yang melahirkan egoisme diri dan sikap tamak (serakah) serta beranggapan yang penting aku senang, kenyang dan menang, masa bodoh dengan kehidupan orang lain. Lu..lu…gue…gue .

Padahal hampir setiap hari Jumat para khatib di masjid menyampaikan Sesungguhnya Allah SWT menyuruh kita untuk berlaku adil dan berbuat baik serta Bersikap adillah sesungguhnya adil itu mendekatkan diri kepada ketaqwaan. lihatlah ayat al Qur’an yang berbicara tentang keadilan. (QS. An-Nisa: 135) (QS. Al-Maidah: 8) (QS. Al An’am: 114) (QS. Al A’raf: 54) (QS. Al-Hadid: 25)

Lalu muncul pertanyaan, kenapa keadilan masih sulit didapatkan ???

Kebiasaan umumnya manusia bila di timpa kesusahan sering mengeluh dan memohon untuk segera diberikan jalan keluarnya. Tapi bila sudah di dalam kemewahan dan kesenangan sering muncul sifat egois yang hanya ingin menang sendiri tanpa mau melihat dan memperhatikan kondisi yang ada di sekelilingnya dan bagaimanakah kondisi kehidupan sosial masyarakat dengan dalih masa bodoh dengan orang lain, kini akulah sang pengusaha sementara dan yang lain harus tunduk dan patuh kepada diri ku (Nauzubillah).

Jika sikap seperti ini terdapat dalam diri kita maka bersegeralah beristighfar dan bertaubat dengan mengembalikan diri serta menyadari sepenuhnya akan kekuasaan dan keagungan Allah SWT yang tak pernah luput memantau makhluk nya, tidak mengantuk dan tidak pernah tidur, maha kuasa dan maha mengetahui baik yang tersirat dan tersurat apa yang ada di langit dan bumi serta diantara keduanya, Allah SWT tuhan yang maha esa dan tak ada sekutu baginya.

Maka secara sederhana untuk mengembalikan sikap adil itu, bersikaplah secara profesional dan proporsional, jangan serakah dan iri hati dalam berkehidupan ini serta segalanya pasti akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT. Ketahuilah setiap manusia itu diciptakan dalam keadaan berbeda dan bertingkat-tingkat yang kesemuanya itu untuk saling melengkapi dan saling membutuhkan demi terciptanya kehidupan yang lebih harmonis dan berkeadilan. Wallahu alam.

Hendrizon Lahir di Bengkalis 17 Juli 1979. Bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil bagian Kehumasan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis. Pada 24 Februari 2024 resmi dilantik sebagai anggota Perkumpulan Rumas Seni Asrizal Nur (PERRUAS) Riau sebagai Koordinator untuk Kabupaten Bengkalis Masa Bhakti (2024 -2026). Mulai Aktif menulis sejak tahun 2021.No.Hp/WA 0813 1533 2965.

Comments (0)
Add Comment