Penempatan gerakan dari buku “Lanun Alang Tiga” Karya Rida K Lamsi memberikan cernaan tentang spora identitas yang bermula dari periode kolonial pada sepantaran bioma nusantara yang membentang sepanjang Asia Tenggara. Spora tersebut dekat kaitannya dengan bangsa Melayu yang berperan terhadap kelangsungan peradaban antara Filipina, Malaysia dan Indonesia (bagian negaranya terkini) namun penyaduran itu memiliki identifikasi dari sebuah individu, kelompok dan penyanderaan adat kepada suku beserta adat bahkan lebih besar lagi pada persatuan yang jamak bangsa bahkan negara. Dalam temuan karakter alur dan dialog pada cerita sempat terulang dalam sejarah eksodus bani (ras/keturunan) Israil dari Mesir ke tempat yang dijanjikan dalam tuturan kenabian Nabi Musa yakni tanah yang disebut al-Quds (Palestina sekarang). Namun kaitan dari orang Iranun yang bergerak menuju Jambi dari jejak-jejak perjalannya merupakan eksodus dalam terminologi berbeda, saya bagi menjadi 3 terminologi:
1. Eksodus faktual pengembalian informasi ke asal
Dalam karakter tokoh dalam cerita novel ini menggambarkan Nadin sebagai peran eksodus yang mencari informasi dengan menemukan jejak perjalanan orang Iranun. Fungsi tokoh sebagai bentangan skala periode dalam menemukan muara, tempat tergenangnya budi dan tingkah laku orang-orang tersebut pasca mendapatkan posisi kepulangan tidak dari asalnya. Membangun peradaban serta tugas kelompok dalam bentuk sistem pemerintahan kerajaan. Fakta-fakta yang terkandung itu dikembalikan pada asal usul identitas sebagai bahan kebenaran eksistensi.
2. Eksodus pengelompokan suku
Jejak-jejak perjalanan yang terhubung dari orang-orang Iranun menciptakan identitas baru setelah membentuk koloni dan aktifitas bernegara, sehingga terjadi pengelompokan baru dan menyadurkan Melayu pada masa itu. Kaitan ini menyelipkan eksodus kelompok yang pergi dari identitasnya untuk merangkap tugas merdeka dan menjadi kesatuan yang penuh. Pada sisi ini, dekat kaitannya terciptanya kerajaan di Jambi sebagai bentuk janji kerjasama begitupun dalam faktor lain merupakan akibat dari diaspora.
3. Eksodus persatuan sesama manusia
Pada akhirnya maksud dari eksodus-eksodus di atas berupaya dalam gerakan kesadaran kemanusiaan, saat itu kolonial banyak merugikan kehidupan bermasyarakat Asia Tenggara dan dengan peran orang Iranun memberikan kepulangan makna eksodus terhadap melawan kolonial
Begitupun dengan terjadinya eksodus ini memberikan kepuasan sastrai dalam novel sebagai bahan bacaan sejarah yang menarik. Penempatan kelompok menurut asal-usulnya, defenisi yang lahir seusai konflik kolonial dan pengetahuan tentang kemanusiaan yang kini kerap terjadi di kehidupan masyarakat modern. Sasaran yang dihasilkan adalah tanggapan baru terhadap persatuan individu terhadap perbedaan kepentingan merdeka dari penjajahan.
Referensi:
Sudartono, W. (2015). Konflik dan Resolusi. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar’i.
Rida K. Lamsi (2023) Lanun Alang Tiga, Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau
Ritonga, A. D (2019) Memahami Neo-Liberalisme
Nama penulis Zainul Dzakwan Arabi lahir di Pekanbaru, 18 Agustus 2000. Kini aktif menulis esai seni rupa, puisi di kanal pribadi media online. Hub: 082239776515