Gencata senjata telah diumumkan. Berlaku mulai 19 Januari. Para pejuang merayakan kemenangan. Tumpah ruah di jalan-jalan. Mulai Gaza, Tepi Barat, Lebanon, hingga Yaman. Takbir berkumandang. Tak henti-henti. Lagu-lagu perjuangan dinyanyikan, kembang api dinyalakan, anak-anak bergandengan tangan dan tersenyum lebar.
Air mata saya mengucur deras. Gaza menang. Gaza telah menang! Atas kesabaran, keteguhan, keberanian mereka. Sejatinya mereka tak pernah terkalahkan. Namun gencatan senjata akan memberikan mereka napas baru, udara baru, langit yang baru. Gencatan senjata memberi mereka jeda untuk membasuh luka, mengusap air mata, dan mengisi lambung mereka yang selama 467 hari menahan sakit dan pedih.
Namun saudara-saudaraku para pejuang di mana pun berada, ini bukanlah akhir. Ini belum berakhir. Tujuan kita bukan gencatan senjata, tapi Palestina merdeka. Kampanye boikot harus terus tetap jalan, medsos harus tetap riuh mengabarkan mereka, doa-doa harus tetap dilantunkan, donasi harus terus digencarkan. Jangan lengah. Jangan lengah.
Sebab kita tahu, Zionis begitu liciknya. Setelah tanda tangan gencatan senjata saja, mereka masih terus memborbardir Gaza. Terbaru 60 orang dikabarkan syahid.
Seorang anak perempuan dengan kepala berlubang, Hala namanya. Entah saudara atau ayahnya mengguncangkan badannya sembari berkata, “Bangun, bangunlah Hala. Perang telah berakhir.”
Siapa yang tak teriris hatinya melihat pemandangan ini. Andai air mata kita sebanyak air di lautan, mungkin akan habis hanya untuk menangisi anak-anak dan bayi di Gaza.
Palestina belum merdeka. Gencatan senjata bukan kemerdekaan. Perjuangan belum selesai. Kepada teman-teman di grup Palestina Kita saya sampaikan: medsos terus ramaikan! Kita telah berjuang 420 hari hingga saat ini, jangan berhenti! Kita gembira dengan gencatan senjata, tapi tak boleh lena seakan-akan Palestina telah aman, lalu menjauh dari kabar tentangnya.
Jika ada saudara-saudara kita yang ikut gembira dengan gencatan tapi tak pernah berjuang, biarkan mereka. Tak perlu iri hati atau bahkan mencaci maki. Bagian kita adalah pahala dan janji-Nya. Kegembiraan mereka yang berjuang dan duduk-duduk bertopang dagu tak akan pernah sama.
Tetap jaga persatuan, jaga persaudaraan, cintai Palestina sampai merasuk ke pembuluh darahmu, sampai ke lapis kulit terakhirmu, sampai berdenyut di jantungmu.
Cintai Palestina sampai akhir hayatmu.
Sidoarjo, 16 Januari 2025
Founder Palestina Kita
Gabung 👉 bit.ly/palestinakitawa