Sebenarnya cukup lama mendengar istilah proyek CWC. Kebetulan ayah dan kelompok tani ikut dalam program tersebut tahun 1979/1980. Meskipun kemudian gagal. Apa itu CWC? Belakangan saya baru mencari tahu dari beberapa sumber.
CWC singkatan dari Coconut Working Center (ada yang menjadikannya Coconut World Center). Program ini dicetuskan pada program Pelita kedua di era pemerintahan Presiden Soeharto. Salah satu program tersebut adalah mengembangkan perkebunan kelapa di Sumatera khususnya Indragiri Hilir. Selama periode pelita 2 terdapat 20 unit CWC di Inhil (Akmal, 2017). Tahun 2017, tercatat ada 429.942 hektar perkebunan kelapa di Inhil. Perkebunan tersebut menghasilkan kelapa 341.295 ton/tahun (BPS Inhil, 2017). Itu artinya Inhil berkontribusi sebesar 11,9% produksi kelapa Indonesia. Data dari BPS Inhil menyebutkan bahwa 208.522 petani yang menggarap perkebunan kelapa di Inhil. Sementara itu ada 703.732 perusahaan swasta yang beroperasi dan menyerap 6.087 tenaga kerja (BPS, inhil 2018).
Meski demikian, jauh sebelum program tersebut dicanangkan adalah Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad Afif al-Banjari bin Mahmud bin Jamaluddin (lahir di Dalam Pagar, Martapura, Kalimantan Selatan tahun 1857 – meninggal di Sapat, Indragiri Hilir, Riau 10 Maret 1930 pada umur 72 tahun) lah yang menginisiasi penanaman kelapa di Inhil. Beliau pula yang menginisiasi pembuatan kanal dan parit untuk prasarana mengangkut kelapa (Dinas Perkebunan Inhil, 2012). Ia diangkat oleh Sultan Mahmud Shah (Raja Muda) sebagai Mufti Kerajaan Indragiri 1919-1939 berkedudukan di Rengat dan mengabdikan diri di Kerajaan Indragiri.
Selain sebagai mufti kerajaan. Beliau dikenal sebagai Pujangga dan Sastrawan yang semasa hidupnya mengarang sejumlah buku sasta dan agama. Tuan Guru Syekh Abdurrahman, demikian panggilan hormat ia telah menulis karyanya berupa kumpulan puisi berjudul “Syair Ibarat Kabar Kiamat” yang diterbitkan oleh Ahmadiyah Press Singapura tahun 1915. Syair Ibarat Khabar Kiamat, pertama kali dicetak di Singapura oleh Matba’ah Ahmadiah, tahun 1344. Sebelumnya pada tanggal 1 Juli 1915 M/1344 H. Kitab ini telah diregistrasi oleh Pemerintah Inggris di Singapura. Selain itu masih banyak karya tulis beliau yang diterbitkan.
Referensi
Akmal, A, Warto & Sariyatun. 2020. The Rapid Growth of Coconut Estates in Indragiri Hilir 1980s – 1990s. Jurnal Sejarah Citra Lekha vol.5 (2) 2020: 121-134 E.ISSN:2443-0110
Badan Pusat Statistik Kabupaten Inhil. 2017
Badan Pusat Statistik Kabupaten Inhil, 2018
Dinas Perkebunan Inhil, 2012
Ulama Indonesia yang Mengajar di Masjidil Haram (1) – Republika Online, diakses 2 Februari 2014.
Sumbar, BPCB (13 Desember 2017). “Makam Syekh Abdurrahman Siddiq, Indragiri Hilir, Riau”. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat. Diakses tanggal 11 Januari 2021.
Pemkab Indragiri Hilir – Profil Datu Sapat, Syekh Abdurrahman Siddiq