Jejak Kemenyan: Puisi Muhammad Asqalani eNeSTe

Humbanghasundutan,
di limbah mana kau buang Olibanum?

atau sengaja kau musnahkan ranumnya dari batang-batang ditebang pada lahan penggundulan?

hanya ada kopi, kopi, kopi
cabe, dan sayur mayur yang penuh pestisida.

margotama tangan muna suara Oppung timbul tenggelam.

300 tahun sejarah kemenyan, kini tinggal cerita arang, terbakar, abunya hilang.

orang-orang mulai mabuk kehidupan & keuntungan. masa lalu kian masbuk buntung tak ketulungan.

hanya ada aku yang bertahan dengan menulis puisi & mereka yang terus mencari makna pada makam-makam tetua yang tergerus.

Kubang Raya, 22 Maret 2024

Muhammad Asqalani eNeSTe. Keturunan Mandailing – Melayu. Menulis sejak 2006. Mengikuti Residensi Seniman Riau 2023. Emerging Balige Writers Festival (BWF) 2023. Adalah Mentor Menulis Puisi Online di Asqa Imagination School (AIS). IG: @muhammadasqalanie

Comments (0)
Add Comment