dibalik keindahan bunga terakhir aku melihat hal-hal yang berulang
mereka tumbuh berkilauan di atas daun-daun peria
menepis bayang kasih yang sebesar kepalan tangan
sementara pepohonan dan jalan arteri mengacak-acak sudut depresi
aku hanya membalikkan badan
dan terus berjalan keluar dari lingkaran retropeksi
memohon agar tak lagi terhubung dengan isian cumbu rayu
sepanjang malam aku berceloteh jika cinta hanyalah sepotong waktu yang merugikan
selain itu aku tak bisa berpaling dari tempat maha merajai
Ketapang, 17 September 2026
Amanda Amalia Putri, lahir di Banyuwangi, 28 Februari 2004. Mengisi waktu luangnya dengan menulis puisi. Puisi-puisinya termuat di Banera.id, Bantenhejo.com, biliksastra, darus.id, Madurapers, Mbludus.com, MediaKTM, NOLESA.COM, Riausastra.com, Salik.id, pronesiata.id, SumenepNews.com, dan sepenuhnya.com. Beberapa puisinya termuat dalam buku antologi bersama antara lain: Pengembara Rindu(2020), Senandung Bait Cinta Pertama (2023), Gugur Cinta ke Pelukan Rindu (2023), Rahasia Hati Yang Tak Pernah Terucap (2023), Simpul Rasa (2023), dan Aku di Garis Penantian (2024), Jejak Masa lalu (2025), dan Luka yang tak Bersuara (2025).