Makna Qurban dalam Merefleksikan Kurikulum Merdeka: Catatan Riko Kurniawan Putra

Makna utama berqurban adalah mengorbankan hewan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Dalam konteks kurikulum merdeka, makna ini dapat diartikan sebagai bentuk pengorbanan guru dan peserta didik untuk mencapai kebaikan dan kemajuan dalam pendidikan. Guru harus bersedia mengorbankan waktu, energi, dan usaha untuk belajar dan mengajar dengan maksimal yang selalu berorientasi kepada peserta didik.

Berqurban juga melibatkan kesadaran diri dalam melaksanakan kewajiban agama. Dalam kurikulum merdeka, guru perlu memiliki kesadaran diri tentang tujuan pendidikan, kemampuan dan potensi yang dimiliki, serta komitmen untuk terus meningkatkan diri. Guru juga harus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan terus belajar agar dapat memberikan kontribusi yang positif kepada peserta didik dan masyarakat.

Dalam tradisi berqurban, daging hewan kurban dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Makna ini mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan sikap berbagi kepada sesama. Dalam konteks kurikulum merdeka, guru diajarkan untuk saling berkolaborasi, mendukung, dan berbagi pengetahuan dengan sesama. Mereka harus mengembangkan sikap inklusif, menghargai perbedaan, dan membangun kerjasama dalam proses belajar-mengajar.

Berqurban mengandung makna dan nilai-nilai yang mendalam dalam agama. Dalam kurikulum merdeka, guru sudah selayaknya menghormati dan memahami makna serta nilai-nilai yang ada dalam materi pembelajaran. Guru juga harus menghargai pengetahuan dan kearifan lokal, menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan toleransi dalam proses pendidikan.

Berqurban juga melibatkan refleksi diri atas tindakan dan niat yang dilakukan. Dalam kurikulum merdeka, guru perlu melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan. Mereka harus mengidentifikasi kelemahan, mencari solusi, dan terus melakukan pemurnian diri dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dengan memahami makna berqurban dalam konteks kurikulum merdeka, guru dapat mengembangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang lebih holistik. Mereka dapat menjadi individu yang bertanggung jawab, memiliki kesadaran sosial, dan mampu berkontribusi secara positif dalam membangun profil pelajar pancasila dan masyarakat yang lebih baik.

Bukittinggi, 29 Juni 2023

Comments (0)
Add Comment