Mengapa Doaku Tidak Dikabulkan?: Tausiyah Buya Mas’oed

Ibnu Al-Jauzîy Rahimahullâhu berkata,

قد يكون امتناع الإجابة لآفةٍ فيك ، فرُبَّما يكون في مأكولك شبهة ، أو قلبك وقت الدعاء في غفلة ، أو تزاد عقوبتك في منع حاجتك لذنب ما صدقت في التوبة منه !

Bisa jadi do’amu tidak dikabulkan karena ada penghalang tidak terkabulnya do’a dalam dirimu.” Mungkin …
1. Ada syubhat dalam makananmu, atau
2. Hatimu lalai saat berdo’a, atau
3. Justru Allah menahan kebutuhanmu sebagai bentuk hukuman atas dosa yang belum kau taubati dengan jujur !”.
(Shaidu Al-Khâthir, hal : 83).

TUNAIKAN TIGA HAK SAUDARAMU SEIMAN

Al-Imâm Yahyâ bin Mu’âdz Ar-Râzîy Rahimahullàh berkata,

ليكن حظُّ المؤمن منك ثلاثة: إنْ لم تنفعه فلا تضرَّه، وإنْ لم تُفرحه فلا تَغُمَّه، وإنْ لم تمدحه فلا تَذُمَّه

Hendaklah seorang mukmin mendapatkan darimu 3 bagian :
1. Apabila engkau tidak memberi manfaat kepadanya maka janganlah membahayakannya;
2. Jika engkau tidak membahagiakannya maka janganlah membuat ia sedih;
3. Apabila engkau tidak memujinya maka janganlah mencelanya.”
(Jâmi’u Al-‘Ulûm Wa Al-Hikâm, 2/283).

Buya H. Mas’oed Abidin adalah ulama dan da’i, pernah jadi Ketua DDII Provinsi Sumbar dan Ketua Bidang Dakwah MUI Sumbar. Menulis 24 buku ke-Islaman dan adat budaya Minangkabau. Tinggal di Padang.

Comments (0)
Add Comment