Meraih Sukses, Mudah: Tausiyah Buya Mas’oed

Firman Allah di dalam Al Quranul Karim pada surat Al Baqarah 1-5
1. Alif Laam Miim.
2. kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.
3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfak kan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
4. dan mereka yang beriman kepada (Al Quran) yang diturun kan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat.
5. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya; dan mereka itulah orang- orang yang beruntung.

Mari kita perhatikan kalimat terakhir, “orang-orang yang beruntung” … Artinya pesan Allah ini dituju kan buat kita semua yang memiliki impian, bagi yang punya hutang arti beruntung berarti lunas, bagi yang ingin kerjaan arti beruntung dapat kerja, bagi yang ingin usaha, sukses, kaya dan juga dapat jodoh, arti beruntung mendapat kan apa yang dia mau.

Untuk mengujudkan nya itu bagaimana caranya??? Lihatlah pedoman untuk meraihnya pada ayat 3 itu. Caranya sederhana sekali dan dapat dilakukan oleh semua orang :
1. percaya dengan yang Gaib = Iman kepada Allah yang Maha Gaib dan apa yang diciptakanNya, termasuk takdir.
2. Shalat.
3. Sedekah, dan sejenisnya.

Kalau kita ingin menjadi orang yang disebut di ayat 5 surat Al Baqarah ini yaitu “mereka yang mendapat kan petunjuk dari Allah” maka yang mesti kita lakukan adalah isi pada ayat 3 tersebut secara sempurna.
Ini sebenarnya sesuatu kebenaran yang tidak usah diragukan lagi (ayat 2 & 4) ayat itu.
Begitulah amat Sederhananya. Akan tetapi, sayang sekali.

Kita sering tidak tahu dan bahkan melupa kan rumus ini… Maka segeralah kembali melaksanakan rumus rumus Allah ini untuk meraih kesuksesan itu. In-syaa-Allah barakah. Aaamiiin.

CARI SAHABAT YANG SESUNGGUH NYA.
1. Jika ada yang mengingatkan tentang akhirat – itulah sahabat … Jika ada mengajakmu pada dunia – itu adalah kawanmu.
2. Janganlah kau marah pada sahabatmu. Tetapi berhati-hatilah dengan kawanmu.
3. Jika ada yang mengajak kepada akhirat, berarti dia ingin bersama denganmu sampai ke akhirat.
4. Kenapa harus iri hati dengan mereka yang serba mewah dalam hal duniawi.?
Lihatlah pada sahabat yang taat dalam menjalankan agama.
Apakah kamu tidak sedikit pun iri hati dengannya?
5. Mengadu kepada Allah menjadi ladang pahala. Mengadu kepada manusia seringkali berakhir dengan ghibah.
6. Wahai …! secantik dan setampan apa pun wajah tetap lah wajah itu akan suram di hadapan Allah di akhirat kelak, jika tidak pernah dibasahi dengan wudhu’.
7. Jangan ada rasa kecewa tentang diri mu. Mungkin Allah ingin memberikan kelebihan di hatimu bukan pada wajah atau tubuhmu.
8. Jangan lelah berbuat taat. Allah tidak tidur. Percayalah takdir terbaik untuk kita sudah ditentukan oleh Allah.
9. Belajarlah jadi pemaaf. Berhenti menjadi pembenci.
Berhenti menyalahkan orang lain. Belajar memperbaiki diri.
10. Dunia ini tempat berjuang. Istirahat itu hanya di Surga.
11. Jangan pernah berkata saya telah gagal, namun katakan lah saya dalam proses belajar. Karena kejaya an yang diraih dengan proses belajar bukan lah sesuatu yang mudah.
12. Jadilah orang yang ikhlas, bukan hanya menjadi yang paling baik. Sebab dalam kebaikan belum tentu ada keikhlasan. Tapi, ketahuilah orang yang ikhlas insya Allah di dalamnya selalu ada kebaikan.
13. Allah tidak berjanji bahwa hidup mudah.
Tetapi Allah berjanji disetiap kesulitan pasti ada kemudahan.
14. Siapapun yang berbuat baik kepada mu balaslah dengan kebaikan. Jika kamu tidak mampu membalas nya, maka doakanlah untuknya kebaikan.
15. Ujian seharusnya menguatkanmu bukan melemahkanmu. Sebab sesudah ujian itu dapat dilalui maka disanalah nikmat terasakan.
16. Perbaiki shalatmu, maka Allah akan memperbaiki hidup mu.
17. Ingatlah, kematian tidak menunggumu, tapi kini kematian itu sedang memburumu.
18. Hidup di dunia adalah satu perjalanan. Jika tidak ada bekal, lantas apa yang akan kita bawa pulang?
19. Mari kita cukup kan bekalan dengan memperbanyak amal shalih. In-syaa-Allaah perjalanan hidup kita aman dalam menuju akhirat. Aamiin ya Mujibas – Saailiin.

BERTAUBATLAH, ALLAH AKAN MENYUKAIMU.

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ.
“Sesungguhnya Allah mencintai orang- orang yang taubat dan mencintai orang- orang yang mensuci kan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).

PERTOLONGAN ALLAH SELALU ADA.

Ketika kita mengingin kan sesuatu yang tak kunjung DIDAPATKAN.
Maka ALLAH meminta kita untuk sabar MENUNGGU.
Ketika kesedihan menjatuhkan AIR MATA. Maka ALLAH meminta kita untuk berusaha TERSENYUM.
Ketika perjalanan hidup terasa MEMBOSANKAN. Maka ALLAH menyuruh kita untuk banyak BERSYUKUR.
Kita punya RENCANA, ALLAH juga punya RENCANA. Akan tetapi sehebat apapun kita merencanakan sesuatu. Tetaplah rencana ALLAH yang sebaik-baiknya rancangan. Ingatlah … ALLAH selalu memberi kan kelebihan dibalik kekurangan … ALLAH selalu memberikan Kekuatan dibalik kelemahan … ALLAH selalu memberikan senyum dibalik kesedihan … ALLAH selalu memberikan Harapan dibalik keputus-asaan …
Yakinlah … Kebahagia an itu akan hadir juga pada waktunya. In – Syaa – Allah Sesuai rencana-Nya. Dan tak ada alasan bagi kita untuk meragukan – Nya. Barakallahu lanaa wa lakum.

“BERDO’A SAJA SEBENARNYA BELUMLAH CUKUP …”
Banyak orang yang selalu berdoa (memohon) kepada Allah namun tidak di iringi dengan ikhtiar (usaha) maka hasil nya tentu tidaklah selalu memuaskan.
Allah ta‘ala berfirman,
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mau mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. ar-Ra’d [13]: 11).

APAKAH DOA DAN USAHA SUDAH CUKUP?

Allah ta‘ala berfirman, “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluan) nya.” (QS. ath-Thalaq [65]: 3).

Selanjutnya Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “BERTAWAKAL kepada sesuatu artinya BERSANDAR KEPADANYA. Adapun BERTAWAKAL KEPADA ALLAH maksudnya adalah MENYANDARKAN DIRI KEPADA ALLAH TA‘ALA DALAM RANGKA MENCUKUPI DAN MEMENUHI KEINGINANNYA, baik ketika mencari kemanfaatan ataupun ketika menolak kemudharatan. Ini merupakan bagian kesempurnaan iman dan tanda keberadaan nya.” (lihat Syarh Tsalatsat al-Ushul, Hal. 38).

Oleh karena itu, seorang muslim yang baik yakni mereka yang berdoa kepada Allah semata, mempunyai usaha untuk mewujudkan nya, dan bertawakal kepada-Nya.

والله أعلم بالصواب
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لَا إِلَه إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Ya Tuhan kami, turun kanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.” (Q.S. al-Maidah [7]: 114).

Moga bermanfaat.

Wassalamu ‘alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

Buya H. Mas’oed Abidin adalah ulama dan da’i, pernah jadi Ketua DDII Provinsi Sumbar dan Ketua Bidang Dakwah MUI Sumbar. Menulis 24 buku ke-Islaman dan adat budaya Minangkabau. Tinggal di Padang.

Comments (0)
Add Comment