“Merdeka Belajar” dan Pemikiran Herbert Marcuse: Catatan Bambang Kariyawan Ys.

Herbert Marcuse adalah seorang filsuf dan teoretikus sosial asal Jerman yang memainkan peran penting dalam gerakan sosial dan politik pada era 1960-an. Dalam pandangan Herbert Marcuse, konsep “merdeka belajar” kemungkinan merujuk pada kebebasan intelektual dan pembebasan diri dari penindasan dalam konteks pendidikan.

Marcuse mengkritik sistem pendidikan yang dia anggap sebagai bagian dari sistem kapitalis yang repressif. Menurutnya, pendidikan di bawah kapitalisme cenderung menghasilkan masyarakat yang terkekang oleh norma-norma dan nilai-nilai yang diberlakukan oleh penguasa atau kelas dominan. Marcuse berpendapat bahwa pendidikan seharusnya bertujuan untuk membebaskan individu dari dominasi dan menghasilkan masyarakat yang lebih adil dan bebas.

Dalam perspektif Marcuse, “merdeka belajar” berarti mendorong siswa dan individu untuk mengembangkan pemikiran kritis yang mandiri, menggali kebenaran dan keadilan, dan melampaui batasan-batasan yang diberlakukan oleh sistem. Ia percaya bahwa pendidikan yang benar-benar merdeka akan memberikan ruang bagi pemikiran alternatif, kontradiktif, dan radikal yang mendorong transformasi sosial.

Marcuse menganggap bahwa pendidikan yang terbebas dari penindasan harus mengajarkan keterampilan analitis dan kritis kepada siswa, membantu mereka memahami dan menggugat struktur kekuasaan yang ada, serta mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam perubahan sosial. Baginya, merdeka belajar juga melibatkan pembebasan dari konsumerisme dan materialisme yang berlebihan, sehingga individu dapat mengarahkan perhatian mereka pada pencarian makna dan pemenuhan pribadi yang lebih mendalam.

Namun, perlu dicatat bahwa ini adalah interpretasi umum dari pandangan Marcuse terkait “merdeka belajar”. Untuk pemahaman yang lebih mendalam, disarankan untuk merujuk pada tulisan-tulisan asli Herbert Marcuse, seperti buku “One-Dimensional Man” dan “Repressive Tolerance”, yang membahas pemikirannya secara lebih rinci.

Bambang Kariyawan Ys., Guru

Comments (0)
Add Comment