Pattik Hotang: Puisi Yenni Reslaini

kini darah-darah tercecer
dari mulut-mulut bertunas hama
mendidih gejolak segala amarah
membabat luka
santun lenyap hardik kalap
kenang juang abah hilang di ladang

luas berhektar kebun warisan
panen ledakan di tunas hati
adik beradik tak berbapak lagi
mati-mati
akal hati tak berdegup lagi
darah yang sealiran
kini jadi musuh bebuyutan

pattik hotang
putus sudah urat-urat persaudaraan
lewat parang-parang terbang

Rantauprapat, 24 Mei 2024

catatan: pattik hotang adalah istilah yang dipakai orang Mandailing dalam menyatakan putusnya hubungan tali persaudaraan Abang/Adik saudara kandung dari kedua belah pihak yang bersangkutan.

Yenni Reslaini. Pertama kali memantapkan diri dalam dunia kepenulisan saat bergabung dalam forum kepenulisan di FLP cabang Labuhanbatu dari tahun 2015. Karya yang sudah dibukukan berupa cerpen “Jangan Panggil Aku Sebelum Kau Mencinta” dalam antologi cerpen FLP Labuhanbatu “Ceritamu Ceritaku di Rantauprapat”. Menulis 1 novel dan terbit di tahun 2020 Takdir Ilalang, oleh penerbit Ahsyara.

 

Comments (0)
Add Comment