Pelukan Seribu Bulan | Puisi : Mas Sitti Sya

Pelukan Seribu Bulan

Pada celah tingkap yang masih bedebu

Aku mengintai ke laman-Mu mencari jejak penuntun arah

Aku mengayun langkah dengan telapak kaki bertelanjang

menyusuri jarak yang semakin pendek, tapi terasa begitu lama

Menunggu tiba, aku mengeja masa yang alpa,

sirna papa kedana, sia-sia nelangsa

aku menyiang tapak-tapak di jejak, mengganyah daki lekat bersebati

sebelum tersadai keluh kesah, sebelum jiwa dan raga terpisah

Pada celah tingkap yang masih bedebu

Aku ingin mencium aroma firdausi

Menyebar memasuki laman yang masih besemak

Aku ingin menebas ilalang dengan keikhlasan yang menyebati

Ingin mengibas debu dengan membilang zikir di separuh malam

mengais pinta yang tak ingin usai, menumpah sesal di penghujung sunyi

menyatu dalam pelukan kasih-Mu, dalam gulita sempurna dan hening bisu

Pada celah tingkap yang masih berdebu

kudengar sabda-sabda suci di bawah kaki-Mu

kueja bait-bait firdausi di atas altar-Mu

aku tak sanggup lagi menyukat butiran dosa

Tumpah meruah di sujudku dalam penantian pelukan Seribu Bulan

puisisastra
Comments (0)
Add Comment