Pelukan Seribu Bulan
Pada celah tingkap yang masih bedebu
Aku mengintai ke laman-Mu mencari jejak penuntun arah
Aku mengayun langkah dengan telapak kaki bertelanjang
menyusuri jarak yang semakin pendek, tapi terasa begitu lama
Menunggu tiba, aku mengeja masa yang alpa,
sirna papa kedana, sia-sia nelangsa
aku menyiang tapak-tapak di jejak, mengganyah daki lekat bersebati
sebelum tersadai keluh kesah, sebelum jiwa dan raga terpisah
Pada celah tingkap yang masih bedebu
Aku ingin mencium aroma firdausi
Menyebar memasuki laman yang masih besemak
Aku ingin menebas ilalang dengan keikhlasan yang menyebati
Ingin mengibas debu dengan membilang zikir di separuh malam
mengais pinta yang tak ingin usai, menumpah sesal di penghujung sunyi
menyatu dalam pelukan kasih-Mu, dalam gulita sempurna dan hening bisu
Pada celah tingkap yang masih berdebu
kudengar sabda-sabda suci di bawah kaki-Mu
kueja bait-bait firdausi di atas altar-Mu
aku tak sanggup lagi menyukat butiran dosa
Tumpah meruah di sujudku dalam penantian pelukan Seribu Bulan