Sejenak ia datang,
Sejenak ia pergi.
Sejenak ia membawa permata,
dikala yang aku punya hanya sebuah bunga.
Sejenak ia menghilang bak hanyut di samudra,
dikala aku menganggapnya pelipur lara.
Sebenarnya apa yang engkau cari,
Wahai pelukis senja.
Sudahkah kau bersenang-senang,
melukis senja di pintu kota ?
Tapi kau selalu kembali,
Membawa permata yang sama.
“Senja disini selalu lebih indah”
Namun aku hafal goresan kuasnya
Saat melukis jingga
Lengkung-lengkung cahaya nya,
Bukanlah senja disini.
Ares, 20 November 2025
Temui karya Yansi Aresta Camila lainnya di: https://medium.com/@aressTawithoutT
Jangan lupa follow dan apploud :D!