Pemilu: Syair Mohd. Nasir

Assalamualaikum tuan dan puan
Inilah syair hamba sampaikan
Syair Pemilu hamba namakan
Untuk dibaca dan menjadi perhatian

Pemilu itu bukanlah mainan
Bukan pula jadi rebutan
Jangan juga menjadi taruhan
Salah memilih jadi penyesalan

Sebelum memilih mohon perhatikan
Pelajari betul sifat dan kelakuan
Jangan tergoda sebab pemberian
Padah jadinya di hari kemudian

Wahai calon yang kami pilih
Jangan sebarkan beras dan bertih
Membuat mata kami putih
Tak tahu kami hitam dan putih

Pilihlah calon sesuai di hati
Orangnya tahu hidup dan mati
Hidup mereka selalu berbakti
Kerjanya ikhlas sudah terbukti

Wahai pemilih bijak dan cerdas
Datanglah ke TPS tanggal empat belas
Masuk ke bilik dengan hati ikhlas
Memohon kita pemimpin berkualitas

Syair ini hamba cukupkan
Silap dan salah mohon maafkan
Hamba bermohon kepada Tuhan
Semoga Pemilu lancar dan aman.

Bengkalis, 7 Februari 2024

Mohd. Nasir lahir di Rohul 64 tahun yang lalu. Mulai menulis sejak tahun 1986 di beberapa koran Mingguan yang terbit di Pekanbaru, Medan, dan Padang. Sering mengikuti berbagai sayembara menulis. Pernah diundang ke Jakarta sebanyak 6 kali sebagai pemenang Sayembara Penulisan Naskah Buku Bacaan, dan 1 kali pemenang lomba cerpen. Hingga kini sudah punya 15 buku karya sendiri dan 20 antologi. Penulis tinggal di Bengkalis.

Comments (0)
Add Comment