Dihimpun oleh Susiana Tabrani
Pekanbaru-Tiras times: Tokoh Nasional asal Riau, Prof. dr. H. Tabrani Rab, S.Sp wafat hari Ahad, 14 Agustus 2022. Banyak kata-kata, tindakan atau pun pengalaman yang ditinggalkan dan masih tersimpan dalam ruang kenangan banyak orang.
Inilah nasehat-nasehat yang sering diulang-ulang Tabrani Rab melekat dalam memori salah seorang anaknya, Dr. dr. SusianaTabrani.
Susi, papa pesankan betul,
“Kalau kau ber- ilmu, maka Ilmu akan menjagamu.
Kalau kau berharta, kau yang akan menjaga harta.”
“Ambil sedikit saja dari hasil kerjamu untuk hidup yang layak. Selebihnya buatlah untuk kemaslahatan orang ramai. “
“Nilai diri kita, ada pada semakin banyak memberi manfaat pada orang ramai.
Jangan main di simbol. Gelar gelar kemuliaan, nama kau jadi panjaaang, namun tak ada manfaat. Barang-barang branded juga tak ada manfaat. Jangan ikut selera mainstream. Kemuliaan itu pada ilmu yang berguna. Bukan pada apa yang kau pakai. “
” Kalau cinta pada melayu, belajar cara berpikir orang orang yang sudah melegenda. Cara berpikir Raja Ali Haji, Hamka, Mohammad Natsir, Sultan Mahmud 2, semua mereka punya gaya hidup sederhana namun kuat. Bernas. Membaca. Berdiskusi. Menulis.
Baju papa pun 6 helai saja. Putih putih. Sepatu putih juga. Diinjak belakangnya.”
“Jangan sibuk dengan hal remeh temeh. Bercerita peristiwa-peristiwa. Jangan duduk bersama orang-orang pandir yang benaknya tak kunjung terbuka. Katak di bawah tempurung. Memetakan duit 2 helai itu sajalah inginnya. Namun tetaplah sesekali, duduk di rumah-rumah orang duafa. Kasih makan mereka.
Bergaullah luas, nak. Tolong orang miskin. Sisihkan uangmu utk sekolahkan anak-anakmereka.”
“Jangan cepat rasa besar diri. Ramai orang baik yang bantu kesuksesan kita. Sederhana saja bersikap.”
Catat hal ini,
“Jika ada orang-orang pandir yang agresif menyerangmu. Jangan emosi. Diamkan saja. Bantah dengan karya²mu, bantah dengan trackrecord mu. Fokus. Berani namun sabar. Kalau ada salah, cepat koreksi. Minta maaf. Pada tempatnya meminta maaf.
Kalau pada orang yang terus agresif menyerang, maka jangan ladeni. Biasanya orang tsb ada gangguan psikis yang kronis. “
“Soal tanah,
Ada beberapa bidang tanah papa di tempat strategis. Tak cukup waktu papa membangunnya. Jangan dijual ya nak, satupun. Fikirkanlah setiap meternya akan berguna untuk orang Riau ini, usahakan jadi sekolah dan usaha-usaha bermanfaat utk orang ramai.
Minta nasehat
:Sesekali minta nasehat ulama. Minta nasehat orang-orang berilmu yang sudah senior, sesuai bidangnya. Yang punya rasa keilmuan yang kuat namun sederhana bersikap. Selalu belajar dari yang tua. “
Jejaring
“Lakukan banyak perjalanan. Berkenalanlah dengan orang orang.
Hargai kebaikan orang walau sedikit. “
Harus kuat!
“Kuatlah…karena tabiat jalan itu pasti terjal, berduri. Kau perempuan. Perasaan akan banyak terlibat. Pilah-pilah.
Mana yang dimasukkan ke hati. Mana yang cukup sampai masuk ke otak. Jaga jarak diri dengan masalah. “
“Pandai² bahagia… sebut² nikmat Allah yang banyak itu… juga harus punya sense of humor…berguraulah dengan keluargamu, saudara² dan sahabat-sahabatmu
Didik anak kau baik-baik. Ilmu dulukan . Baru amal. Budaya keluarga ini, belajar. Kerja keras. Sederhana. “