Puan Melayu Bengkalis Tampilkan Tradisi Khatam Alqur’an Calon Pengantin Perempuan Melayu pada Arak-arakan HKN Riau 2026

PEKANBARU – TIRASTIMES:
Semangat kebersamaan dan keberagaman budaya mewarnai pelaksanaan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) Riau 2026, yang dibuka secara resmi oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon. Arak-arakan Budaya yang dipusatkan di Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Jl. Diponegoro diikuti sekitar 2.000 peserta dari 42 paguyuban. Kegiatan tersebut mengangkat semangat “Persebatian Antar Etnis di Riau”, sebagai gambaran bahwa keberagaman merupakan kekuatan dalam membangun Riau yang harmonis. mencerminkan semangat keberagaman suku, bahasa , tradisi dan budaya masyarakat.

“Hal ini merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam melestarikan warisan budaya, tradisi dan adat Melayu Riau. Sekaligus memperkuat Persaudaraan antaretnis,” ujar Fadli Zon.

Salah satu organisasi perempuan yang turut ambil bagian adalah Puan Melayu Bengkalis (PMB) sebagai bentuk partisipasi sekaligus dukungan terhadap upaya melestarikan budaya Melayu dan memperkuat hubungan antarmasyarakat di Riau. PMB tampil penuh semangat mengenakan busana Melayu Kebaya Laboh Keke mengangkat tema ‘Tradisi Khatam Alqur’an Calon Pengantin Perempuan Melayu Bengkalis.’

“Kehadiran kami tidak hanya membawa nama organisasi, tetapi juga memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Melayu Bengkalis di tengah keberagaman masyarakat Riau,” kata Pn. Tutin Apriyani, Ketua PMB Provinsi Riau didampingi Wakil Ketua, Pn. Reny Hafzan, Sekretaris, Pn. Tuty Suryani Pribadi dan Pn. Mardhiya Kerry.

Menbud Fadli Zon, Pengurus Inti PMB, Anggota Kontinen

Saat arak-arakan yang menempuh rute Gubernuran-Jalan Diponegoro- LAM Riau, kontingen PMB berada di urutan ke-empat dengan menempatkan calon Pengantin Perempuan yang berhias diiringi pengurus dan para anggota. Saat melintasi panggung tamu kehormatan, Ketua PMB menyerahkan pulut kuning, telur merah dan bunga telur, kepada Menteri Fadli Zon dan tamu kehormatan lainnya.

Kegiatan yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dari beragam latar belakang etnis tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat persatuan di Provinsi Riau.

Bagi Puan Melayu Bengkalis, keikutsertaan dalam HKN bukan sekadar mengikuti sebuah kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk bersilaturahmi, saling mengenal, menghargai perbedaan dan membangun kebersamaan dengan berbagai Kelompok Etnik yang ada di Pekanbaru.

Ketua Puan Melayu Bengkalis, Pn. Tutin Apriyani menyampaikan, keikutsertaan organisasi perempuan asal Bengkalis ini merupakan wujud nyata kecintaan terhadap budaya Melayu sekaligus komitmen untuk ikut menjaga persatuan

“Kami sangat senang dapat menjadi bagian dari HKN Riau. Bagi Puan Melayu Bengkalis, ini merupakan kesempatan untuk memperkenalkan budaya Melayu Bengkalis sekaligus bersilaturahmi dengan berbagai paguyuban yang ada di Riau. Berbeda budaya bukan untuk memisahkan, tetapi menjadi kekayaan yang menyatukan kita,” kata Tutin yang akrab disapa Nenny ini.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan dan kehadiran berbagai kelompok budaya. Masing-masing membawa ciri khas daerah dan etnisnya, namun seluruhnya berpadu dalam satu semangat: Riau yang beragam, rukun dan bersatu.

Keikutsertaan Puan Melayu Bengkalis juga menjadi bagian dari kiprah organisasi dalam menjalankan perannya sebagai wadah perempuan Melayu untuk membangun silaturahmi, kebersamaan dan pemberdayaan perempuan. (Ns/BK)

Comments (0)
Add Comment