Bincang Senja di Dermaga
Ditemani riak kecil arus sungainya
Kita selalu menanti senja
Duduk bersama melepas alas kaki di tepi dermaga
Berteman sebungkus kelatak
Berbincang apa saja untuk merekatkan hati
Menanti matahari ditelan Sungai Sidang
Menyaksikan sepotong lalu lalang kehidupan
Dari perahu-perahu kecil yang datang dan pergi
Siapkah ketika kita telah dipertemukan
Kelak kita akan dipisahkan?
“Entahlah … kita jalani saja hidup ini,” katamu
Menikmati penggalan-penggalan kisah
Para buruh yang bongkar muat kapalnya
Celoteh akan masa depan yang terbentang
Merajut tol laut dalam merangkai pulau
Terbangun mimpi akan setumpuk harap
Penghuni rumah panggung di sepanjang pinggiran
Termasuk kita berdua penghuninya
Dengan setia merawat sepetak rawa untuk Ampai kita
Aroma cinta selalu terhirup dari tubuh kita
Pada semata wayang kita
yang tak pernah bosan minta diceritakan
berulang-ulang tentang Antu Ayek
Bersama senja kita bingkai kenangan berdua
Kala euforia perahu-perahu cantik menghiasi Sungai Mesuji
Kita kenakan kain sulam ulat perlambang sejarah
Kenangan itu kelak akan menjadi saksi
Bahwa senja di dermaga ini selalu akan dinanti
Walau ada yang akan datang
Juga akan pergi.
Pekanbaru, 27/10/2020