Ketika Angin Memburu Daun-daun
kaulah angin yang meniup daun-daun dari ranting rapuh
lalu berburuan terbang di antara deru dan debu
daun-daun semakin luruh
menjauh
tak pernah ada kembali
tinggallah sunyi yang terkunci
di atas riak malam yang sembunyi
angin mencari daun
sunyi menanti di ranting-ranting tinggi
di mana pertemuan janji
antara daun dan angin
sedang bayang-bayang pohon rebah di petang yang dingin
kaulah angin yang masih memburu daun-daun
sampai matahari
***
best view, 6 nov 2019
Puisi sobat Penyair Abangda Nas memang ini mengetarkan bulu kuduk. Karena, jika puisi itu Ketika Angin Memburu Daun Daun, maka aku seperti merasa Waktu Memburu Umurku. Salam sehat. Barakallah.