Fakhrunnas MA Jabbar
Sebuah Kota Bernama Hati
tiap detik kubangun kota-kota dalam diri kurajah jarak pada gapura dan prasasti tanpa tapal kutanam batas
kepak burungpun menebas waktu
wahai daku penghuni kota diri kutanam rumah kaca di ulu hati kepak ozon melambai-lambai
gelombang darah tenggelamkan kota-kota kucari menara tak jumpa
tiap detik kubangun kota-kota dalam diri jejalanan buntu tanpa pejalan kaki kereta melaju di lorong nadi
kecepatannya mendekati tekanan darah tinggi lampu-Iampu suar memancar dari laut jiwa
tak ada camar memburu paru
tak ada lancang berlabuh
tak ada cewang membalut hati
pb. 0206
***
Mata Sepi
di bolamatamu yang jingga
seekor kuda hitam melompat
mengejar darah dari nadi membakar debar dari hati
mencakar hasrat tak henti
di bolamatamu yang terbingkai mimpi
kubangun ayun ke kuda hitam
mengejar debar tak henti
siapa takluk di keranda mati
kuda hitam tergagu
di diamku
kini
pb. 9706
***
Kuda Hitam
kuda hitam dari tik-tak jam bernyanyi
di malam menyeruak cuaca
dibawanya debu dari sembilu
ditikamnya aku
jadi pilu
kuda hitam melaju menuju tik-tak dirimu
di jalanan tak bersalju
dibawanya sakrataulmautmu
bagai anggur menjerat mabuk kita
kuda hitam berlari-Iari
menuju sembilumu
diraupnya cuka darah dari aorta
sepi tiba tertunda
kuda hitam tiba-tiba renta
di sukma kita beri rumput jinakmu di kandang bulan
pb. 8506
***