Menjadi Dewasa Itu Luka | Puisi Firman Wally

MENJADI DEWASA ITU LUKA

Dengan cara apalagi

kamu harus membunuh kepedihan

yang terus menikam perasaan

sedangkan orang yang kamu yakini seiring sejalan

tak mau bergandengan tangan

orang yang kamu harapkan bisa membawamu sampai pada tujuan,

malah berlahan-lahan mulai menjauh dari bahu

Kamu pun hilang kendali, lukalah

yang kamu temui

Begitu sulit memang perjuangamu

untuk berbahagia

begitu sulit juga untuk menggengam cinta

dengan orang yang tak mau berbagi

Oh iya. Kamu juga harus tau

sebelum kamu bersikeras menyalahkan siapa-siapa,

 apalagi sampai menyalahkan dirimu sendiri

yang kamu harus tau bahwa

 kadang semesta juga suka bercanda

dengan menghadirkan luka

menghadirkan orang-orang yang memalsukan cinta

hingga kamu harus berjuang berkali-kali

melawan rasa sakit yang sulit untuk diobati

Nah, setelah kamu merasakan sakitnya

terluka, maka dari situ kamu dapat menilai, 

lalu membedakan antar luka dan cinta,

siapa yang melukai dan siapa yang paling mencintai

Proses menjadi orang yang dewasa

memang serumit itu

harus terluka dulu, harus pipimu basah,

juga gagal di saat sudah mulai mencapai sesuatu

yang dijadikan tujuan utama

Yah memang sakit, memang sulit, namun kamu

harus mampu menjalaninya dengan rasa sabar

dengan pikiranmu yang dewasa

agar tidak mudah putus asa

Bila luka dan kecewa datang lagi

kamu tidak harus patah yang seperah-parahnya,

kamu juga harus menyadari bahwa apa yang kamu ingini

 tak selamanya akan selalu kamu miliki,

apa yang kamu mimpikan akan jadi kenyataan

memang dalam menjadi orang yang dewasa itu

harus mau menerima hal semacam itu. Harus mampu

Mungkin sejauh ini hanya kata semangat

yang bisa membuatmu bangkit di saat orang yang kamu harapkan

 dengan bahagianya mempermainkan perasaan

Di faseh itulah kamu merasa bahwa

semua yang kamu usahakan berjalan percuma,

Tidak selamanya orang yang kamu anggap  sejalan bakalan menemanimu selalu sampai pada tujuan, duh tidak seperti itu juga, jangankan orang lain bahkan bayanganmu sendiri pun berhenti mengikuti di saat bayangan itu sudah kehilangan cahaya.

Dalam proses pendewasaanmu yang begitu berlika-liku jalannya,

kamu harus mampu melintasnya

Semangat ya untuk dirimu yang hanya bisa menghibur hatimu

yang sedang menangis.

mengobati hatimu yang terus terluka

 yang kamu sendiri tidak tau kapan sembuhnya

ceritamu yang dibasahi air mata kapan keringnya.

Semangat ya, percaya suatu kelak akan ada orang

yang datang menjadi jarum untuk menjahit lukamu yang semakin melebar adanya,

Semangat untuk menjadi orang dewasa,

jangan mudah putus asa, apalagi sampai kehilangan cinta

Tahoku, 19 Februari 2022

  • Firman Wally. Karya-karyanya sudah termuat di berbagai antologi puisi, di antaranya Antologi Puisi Dari Negeri Poci 10 “Rantau” Dari Negeri Poci 11 “Khatulistiwa” dan lebih dari empat puluh antologi lainnya. Ada pun karya-karya sastranya tersiar juga di berbagai media online dan di Majalah digitela seperti: Semesta Seni, Jurnal Kopi dan majalah Elipsis. Penulis buku Puisi “Lelaki Leihitu” 2021 dan “Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan” 2021.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com

puisisajaksastra
Comments (0)
Add Comment