MENJADI DEWASA ITU LUKA
Dengan cara apalagi
kamu harus membunuh kepedihan
yang terus menikam perasaan
sedangkan orang yang kamu yakini seiring sejalan
tak mau bergandengan tangan
orang yang kamu harapkan bisa membawamu sampai pada tujuan,
malah berlahan-lahan mulai menjauh dari bahu
Kamu pun hilang kendali, lukalah
yang kamu temui
Begitu sulit memang perjuangamu
untuk berbahagia
begitu sulit juga untuk menggengam cinta
dengan orang yang tak mau berbagi
Oh iya. Kamu juga harus tau
sebelum kamu bersikeras menyalahkan siapa-siapa,
apalagi sampai menyalahkan dirimu sendiri
yang kamu harus tau bahwa
kadang semesta juga suka bercanda
dengan menghadirkan luka
menghadirkan orang-orang yang memalsukan cinta
hingga kamu harus berjuang berkali-kali
melawan rasa sakit yang sulit untuk diobati
Nah, setelah kamu merasakan sakitnya
terluka, maka dari situ kamu dapat menilai,
lalu membedakan antar luka dan cinta,
siapa yang melukai dan siapa yang paling mencintai
Proses menjadi orang yang dewasa
memang serumit itu
harus terluka dulu, harus pipimu basah,
juga gagal di saat sudah mulai mencapai sesuatu
yang dijadikan tujuan utama
Yah memang sakit, memang sulit, namun kamu
harus mampu menjalaninya dengan rasa sabar
dengan pikiranmu yang dewasa
agar tidak mudah putus asa
Bila luka dan kecewa datang lagi
kamu tidak harus patah yang seperah-parahnya,
kamu juga harus menyadari bahwa apa yang kamu ingini
tak selamanya akan selalu kamu miliki,
apa yang kamu mimpikan akan jadi kenyataan
memang dalam menjadi orang yang dewasa itu
harus mau menerima hal semacam itu. Harus mampu
Mungkin sejauh ini hanya kata semangat
yang bisa membuatmu bangkit di saat orang yang kamu harapkan
dengan bahagianya mempermainkan perasaan
Di faseh itulah kamu merasa bahwa
semua yang kamu usahakan berjalan percuma,
Tidak selamanya orang yang kamu anggap sejalan bakalan menemanimu selalu sampai pada tujuan, duh tidak seperti itu juga, jangankan orang lain bahkan bayanganmu sendiri pun berhenti mengikuti di saat bayangan itu sudah kehilangan cahaya.
Dalam proses pendewasaanmu yang begitu berlika-liku jalannya,
kamu harus mampu melintasnya
Semangat ya untuk dirimu yang hanya bisa menghibur hatimu
yang sedang menangis.
mengobati hatimu yang terus terluka
yang kamu sendiri tidak tau kapan sembuhnya
ceritamu yang dibasahi air mata kapan keringnya.
Semangat ya, percaya suatu kelak akan ada orang
yang datang menjadi jarum untuk menjahit lukamu yang semakin melebar adanya,
Semangat untuk menjadi orang dewasa,
jangan mudah putus asa, apalagi sampai kehilangan cinta
Tahoku, 19 Februari 2022
- Firman Wally. Karya-karyanya sudah termuat di berbagai antologi puisi, di antaranya Antologi Puisi Dari Negeri Poci 10 “Rantau” Dari Negeri Poci 11 “Khatulistiwa” dan lebih dari empat puluh antologi lainnya. Ada pun karya-karya sastranya tersiar juga di berbagai media online dan di Majalah digitela seperti: Semesta Seni, Jurnal Kopi dan majalah Elipsis. Penulis buku Puisi “Lelaki Leihitu” 2021 dan “Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan” 2021.
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com