Kahayan Suatu Sore
Ada senja hari yang terpaksa kuremas
Diantara derai hujan yang melukis dikesunyian Kahayan
Dimanakah dara-daramu yang dulu itu
Dimanakah engkau simpan senyumanmu
Oh, senja hari ditepi Kahayan
Matahari mengintip dari jendela barat
Menyaksikan barisan rumah yang terapung-apung
Sebentar naik sebentar turun
Mengikuti irama negeri ini
Yang tak habis dirudung mendung
Oh, senja hari ditepi Kahayan
Kemanakah senyuman yang selama ini engkau tawarkan
Agar tanah bumi ini dapat segera subur kembali
Agar air bumi dapat lagi menyanyi
Melupakan luka-luka lama yang pedih
Sembari membuka buku harian yang masih putih
Kahayan, oh, Kahayan
Janganlah lagi engkau bersedih
Kahayan, 15 Juli 2004
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com