Berpaut
Biarlah kapal-kapal
dan perahu kecil
tak lekas berlabuh.
Biarkan saja mereka
terus melaut.
Di antara terumbu
karang dan pesisir, terbayang
elok senyum gadis nun
di seberang.
Beri aku waktu
mendayung lebih lama
lagi. Perahuku ini
tampaknya sukar segera
berpaut.
Biarlah cinta lama
terhempas, terbawa ombak
dan remuk.
Tak ada maaf
bagi yang menorehkan
banyak atau sedikit
luka.
Yogyakarta, 2026
Kepadamu
Tidak.
Aku tidak akan menulis
seperti halnya mereka.
(Seperti orang-orang yang
terlalu larut dalam kasmaran;
bergalau dengan musik dan
hujan ditambah Sampoerna
enam belas batang.)
Tidak.
Aku tidak akan menderita
seperti halnya mereka.
Namun apa boleh kata.
Aku mencintaimu lebih dari
yang kaukira.
Natuna, 2024
Salman Al Farisi kelahiran 2005 di Natuna, Kepulauan Riau. Merupakan seorang pegiat sastra yang kini sedang berkuliah di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Menulis puisi dan cerpen. Karyanya telah dimuat di berbagai media, antara lain Tirastimes, Republika.id, Riau Sastra, Bilfest.id, Wouwoo.com, serta antologi puisi bersama.