Kaca Biru Itu Nie
Hamparan kaca biru luas itu adalah Nie
yang selalu menanti kepulanganku,
datang dari timur laut bersama pekik camar.
Hamparan kaca biru luas itu adalah Nie
yang berhasil menggoreskan rindu lewat deru angin,
lalu mulai membelai kesepianku
dengan ombak yang mengangkat hatiku.
kau membuatku terus mempertahankan dayung ini
agar aku dapat melihat gelombang
dalam perjalanan yang sepi.
Hamparan kaca biru luas itu adalah Nie
yang hidup terombang-ambing di langit dan bumi
dengan ombak terikat terumbu karang.
Saat itu aku merasakan Nie membaringkan diriku
di tempat tidur laut kita.
Tanjung Jabung Barat, Minggu, 15 Februari 2026.
Laut Seberang
7 Mei menjelang magrib, aku titipkan
deru rindu pedih pada laut seberang.
aku tak sanggup hidup di tempat ini,
aku ingin menghilang dan melebur bersama gelombang
dengan bulan yang sama dalam perputarannya.
Ketika masih duduk di atas perahu,
beri aku bau laut seberang, sisakan sedikit napasnya
untukku
yang kini berharap
menghirupnya.
Tanjung Jabung Barat, Minggu, 15 Februari 2026.
Yessi Alma’wa tinggal di daerah pesisir Timur Jambi. Beberapa tulisan sudah dimuat dibeberapa media cetak dan digital seperti Tatkala.co, Kolonian.is, Jelata.co, Pronesiata.id, Patakaeja.id, Taratsa.id. Hobi suka membaca dan menonton anime. Kini sibuk merenungi eksistensinya “Aku ini siapa, sih?” Jika ingin menyapa bisa mampir di Instagram @sii_almawa.