Mengenang peristiwa kelahiran nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi Muhammad SAW), ada dua ayat di dalam al Quran yang menarik untuk kita jelaskan. Ayat al Quran tersebut tertuang di dalam surah Al-Anbiya ayat 107 dan surah Al-Ahzab ayat 21. Kedua Ayat tersebut tertulis sebagai berikut:
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ١٠٧
Artinya: Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ٢١
Artinya: Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.
Dari dua ayat diatas menjelaskan bahwasanya Allah SWT memang telah mempersiapkan pada diri nabi Muhammad SAW untuk menjadi Rahmat bagi sekalian alam dan memang pada diri belaiu juga telah terdapat perilaku, sikap dan perbuatan yang bisa dijadikan contoh bagi sesiapa pun.
Penjelasannya adalah, kata yang digunakan dalam QS. Al Ahzab: 21 adalah Uswah- Sawa (أُسْوَةٌ- سواء) yang dalam bahasa arab kata tersebut hampir mirip tulisannya seolah-olah berasal dari satu akar yang benar-benar akan memberikan contoh dan dapat dijadikan contoh.
Hal ini menjelaskan bahwa di setiap sikap, perilaku dan perbuatan nabi Muhammad SAW itu benar-benar dapat kita jadi contoh (Suri tauladan yang baik). Baik dari segi cara beliau makan, minum, berpakaian, bersikap jujur, ramah, pemaaf, perilaku beliau tegas kepada kaum kafir dan lemah lembut serta penyayang terhadap sesame, menyambungkan tali silaturahmi dan sebagainya.
Maka tak ada alasan lagi bagi kita umat manusia untuk tidak mencontohi beliau dalam hidup dan kehidupan ini. Hal ini diperkuat lagi dengan ayat al Quran surah Al Kahfi ayat 110,
قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًاࣖ ١١٠
Artinya: Katakanlah, Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”.
Menurut ulama tafsir, uswah hasanah berarti teladan yang baik dan mulia, yang secara spesifik disematkan kepada Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS sebagai panutan tertinggi bagi umat manusia dalam segala ucapan, perbuatan, dan perilaku mereka. Keteladanan ini mencakup akhlak-akhlak mulia seperti jujur, kasih sayang, dan keberanian, serta merupakan metode pendidikan Islam yang efektif karena bersifat konkret dan dapat dilihat secara langsung.
Oleh karena itu melalui peringatan maulid nabi Muhammad SAW 1447 H, marilah kita mencontohi sikap, prilaku dan perbuatan nabi Muhammad SAW mulai dari bagun tidur sampai tidur kembali seperti yang dituliskan dalam kitab Asy-Syamail Al-Muhammadiyah karya Imam At-Tirmidzi baik secara tekstual dan kontekstual.
Semoga Sholawat dan Salam senantiasalah tercurahkan kepada dirimu wahai baginda nabi Muhammad SAW dan kami dapat berkumpul bersama dirimu nanti di dalam surganya Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.
Hendrizon Lahir di Bengkalis 17 Juli 1979. Bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil bagian Kehumasan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis. Pada 24 Februari 2024. resmi dilantik sebagai anggota Perkumpulan Rumas Seni Asrizal Nur (PERRUAS) Riau sebagai Koordinator untuk Kabupaten Bengkalis Masa
Bhakti (2024 -2026). Mulai Aktif menulis sejak tahun 2021.No.Hp/WA 0813 1533 2965.