Syair Gurindam Kasih Sayang: M. Rizal Ical

Syair Gurindam Kasih Sayang

Menjelang petang menjelma ilham
Takut berlama simpan terpendam
Luahan rasa melepas geram
Muncullah syair mengupas paham

Hubungan hidup sebab akibat
Cinta membuat suasana hebat
Kasih sayang dirajut erat
Indah buana serlah memikat

Apabila hidup menduda sepi
Dunia riang berarak menepi
Hendak tertawa dalih bertapi
Tersenyum sendiri tanpa dijampi

Pesan nasehat hendaklah didengar
Pahit masalah menjadi penawar
Sambil mengikut perkara benar
khilaf menjadi tantangan cabar

Apabila dekat orang tersayang
Segala sempit menjadi lapang
Makan sedikit terasa kenyang
Malam gelap tetap gemintang

Apabila jauh selalu terkenang
Teringin hati bermanja sayang
Segala kecamuk menjadi tenang
Laksana melihat bulan mengambang

Apabila berjumpa dengan kekasih
Hilang segala lunglai letih
Berganti gembira menghapus perih
Ucap umpama untaian tasbih

Apabila senyum berbalas mesra
Hapus segala duka lara
Hasrat membuncah bangkit gelora
Hendak berlabuh dalam asmara

Sekejap berpisah lama berkurun
Sepanjang hari duduk melamun
Kadang mendadak wajah terpegun
Kemana alamat langkah menuntun

Tanpa sayang dunia merana
Kasih bukan sekadar pesona
Datang berbisik sesuai rencana
Terdampar sendu setelah kelana

Kekasih hadir hilanglah duka
Senyum gembira terbit seketika
Berdendang riang bertabur suka
Dalam kemaruk canda seloka

Usah membenci bersilat lidah
Hancur negeri tidak bermarwah
Khawatir datang bencana padah
Balak mengurung berlama wabah

Kalaulah menebar kasih sayang
Syak wasangka berlalu hilang
Wajah masam bertukar senang
Mesra ikatan mengusir bimbang

Apabila insan berjabat tangan
Gugur dosa laksana hujan
Sejuk suasana sehatkan badan
Jiwa tenteram pikiran aman

Kalau asik musuh-musuhan
Orang memandang tiada segan
Teking beramuk tanpa kesudahan
Lesing becakap sampai seharian

Mengumbar aib kesana kemari
Meraup rugi diri sendiri
Bermuram durja setiap hari
Menghitam muka tiada seri

Kasih sayang adalah perisai
Tangkal kuat bercerai berai
Lembut hati cantik menguntai
Sial menjauh perangai pandai

Ketika kemaruk asik bercekau
Malah membuat kehidupan kacau
Kening berkerut pertanda risau
Alamat gelisah berujung galau

Buang keruh ambillah jernih
Supaya hati semakin bersih
Bintik kotor berganti putih
Berbuat ikhlas tanpa pamrih

Kasih sayang ajarkan tenang
Segala buat kian terpandang
Teman ramai rezeki bertandang
Berkah Allah luas terbentang

4 Syawal 1441 H

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:

redaksi.tirastimes@gmail.com

sajaksastrasyair
Comments (0)
Add Comment