Syair Kemaruk – M. Rizal Ical

Syair Kemaruk

Berkisah syair tentang kuasa
Membuat orang dahaga rasa
Rela berbuat menendang paksa
Hingga ramai menjadi mangsa

Merasa diri paling hebat
Padahal jabatan pinjam setakat
Kelak berakhir suatu saat
Bisa hilang dalam sekelabat

Kemudian unjuk bahu meninggi
Mencoba berjalan menunjuk ranggi
Anggap orang tiada bergigi
Susah terima keadaan berbagi

Semasa menjabat mencari musuh
Hingga hubungan mulai mengeruh
Berdepan manis belakang mengeluh
Semua berantakan negeri rusuh

Padahal sebelum muka bermanis
Sempat sampai menjadi pengemis
Sekarang malah bertindak bengis
Cepat menduga serang menangkis

Sebeban keluarga turut kecimpung
Kemana pergi turut mendukung
Banyak kerabat semua ditanggung
Sekali angkut habis tertampung

Tambah berkuasa orang terdekat
Merasa sebagai pendukung kuat
Padahal terlihat sosok penjilat
Ucap bicara keji mengumpat

Berlenggok sombong menunjuk lagak
Pamer harta bergaya congak
Orang lemah makin dipijak
Berbuat melampau tanpa beragak

Terhadap sesama pandang sumbang
Kalau melawan langsung diterjang
Seboleh akal tutup tembelang
Saling menyalah tumbal sembarang

Paling pandai sembunyi tangan
Tutup rahasia sebalik ucapan
Kelabui dengan sebaris senyuman
Ternyata kotor busuk pikiran

Tampak benar sedang kemaruk
Bagai pencuri sifat mengaruk
Dalam diam pendam mengamuk
Tutup masalah padahal terpuruk

Sepandai-pandai tupai melompat
Tanah kembali kaki mendarat
Kalau hidup prilaku jahat
Merana dunia apalagi akhirat

Cobalah bersikap teramat bijak
Redam amarah pendam gelegak
Henti kecamuk sedang bergejolak
Bercanda mesra tertawa gelak

Berdiri tegak duduk sejajar
Barulah diri kaum terpelajar
Bukan malah kurang ajar
Bermain licik berucap kasar

Kalau turut kemaruk nafsu
Lama kelamaan bermuka lesu
Tidak penatkah bermuka palsu
Melihat mungkar mulut membisu

Cakap seperti berbuat banyak
Penduduk negeri pekik teriak
Orang miskin bertambun hayak
Pejabat kaya ketawa terbahak

Kalau bertugas turun sebeban
Mengedeng pasukan bagai sultan
Sekali makan biaya jutaan
Uang rakyat terkikis berhamburan

Paling pandai bermain drama
Lakon terbaik pemain utama
Alur cerita tersusun prima
Memaksa untuk tonton bersama

Pangkat jabatan sekadar titipan
Bersyarat sangkut tata aturan
Menabur budi menjadi kenangan
Supaya baik zaman berzaman

Nafsu kemaruk usah diturut
Membuat bencana menjemput ribut
Hasud dengki carut marut
Negeri terbilang terancam luput


Kelapapati, 20 R. Awal 1443 H

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:

redaksi.tirastimes@gmail.com

sastrasyair
Comments (0)
Add Comment