Tenggelam cahaya waktu senja
Alam menggelap berona manja
Badan lemah lelah bekerja
Malam segera datang meraja
Ketika petang perasaan bimbang
Resah mendera gelisah datang
Anak bermain belumlah pulang
Berdenyut kepala pikir bercabang
Petang beranjak memandang langit
Kelabat burung berimpit-impit
Hajatlah sarang elang keluit
Anak memanggil bersuit-suit
Mendarat sarang lelap berehat
Menunggu bulan muncul mencuat
Harap segera hilang keringat
Mencari makan sehari penat
Elang keluit terbang seribu
Mencari makan si buah jambu
Pulang sarang hajat bercumbu
Pasang pelita tutup kelambu
Burung pulang sambil berdendang
Senang hati merasa riang
Senja temaram berakhir siang
Seiring bergegas lembayung hilang
Membaca petang syair dilantun
Cerita rindu datang beruntun
Ingat kampung kehidupan dusun
Pepohonan lebat rimbun berumpun
Waktu petang berakhir masa
Burung pulang lintas angkasa
Tunduk tawadhuk Tuhan kuasa
Selamat hidup jauhlah siksa
Rugilah insan membuang waktu
Laku perbuatan tiada menentu
Terlalu kemaruk dunia sesuatu
Berlari laksana dikejar hantu
Begitulah perihal untung terbuang
Sikap seorang laku pecundang
Sesal sekejap sekadar pantang
Berlaku jahat terus berulang
Sesal selalu datang kemudian
Tiada berguna hilang kesempatan
Berpikir awal baik pendapatan
Bijak melangkah sampai tujuan
Sememang insan banyak merugi
Waktu percuma terbuang pergi
Terhadap sesama enggan berbagi
Kelaku semacam polong jenggi
Gemar berdebat melemah iman
Saling bertengkar mencari lawan
Ketawa terbahak lagak terkesan
Sombong takabur mengampu peran
Amal shaleh menjauh jangkau
Gemerlap dunia sanjung memukau
Terkadang kelaku mengundang risau
Ajaran agama bagai terhalau
Bermuka masam terima nasehat
Marah meradang ketika diingat
Terhadap tetua hilanglah hormat
Jalin urusan perangai khianat
Mudah marah menguap sabar
Terlalu picik merasa benar
Padahal dunia hanya sebentar
Tempat singgah canda kelakar
Terhadap aib jangan membongkar
Sangat terlarang perkara mungkar
Ingatlah neraka panas membakar
Malaikat lempar nyala berkobar
Sewaktu petang banyak merenung
Supaya jiwa tidak terkurung
Ikhtiar do’a tangan menampung
Mendapat rahmat hidup beruntung
Sambil menunggu kumandang azan
Sejenak bukalah kitab al-Qur’an
Indah lantunan penerang jalan
Semakin terarah hidup tujuan
Seperti burung pulang petang
Hakikat hidup selalu mengenang
Segala kejadian selalu berulang
Hikmah terbaik alam terbentang
- Elang keluit kalau di kampung saya adalah sejenis burung pemakan buah.
- Kelapapati, Subuh 19 Syawal 1441 H