Syair Petang Dan Burung | M. Rizal Ical

Tenggelam cahaya waktu senja
Alam menggelap berona manja
Badan lemah lelah bekerja
Malam segera datang meraja

Ketika petang perasaan bimbang
Resah mendera gelisah datang
Anak bermain belumlah pulang
Berdenyut kepala pikir bercabang

Petang beranjak memandang langit
Kelabat burung berimpit-impit
Hajatlah sarang elang keluit
Anak memanggil bersuit-suit

Mendarat sarang lelap berehat
Menunggu bulan muncul mencuat
Harap segera hilang keringat
Mencari makan sehari penat

Elang keluit terbang seribu
Mencari makan si buah jambu
Pulang sarang hajat bercumbu
Pasang pelita tutup kelambu

Burung pulang sambil berdendang
Senang hati merasa riang
Senja temaram berakhir siang
Seiring bergegas lembayung hilang

Membaca petang syair dilantun
Cerita rindu datang beruntun
Ingat kampung kehidupan dusun
Pepohonan lebat rimbun berumpun
Waktu petang berakhir masa
Burung pulang lintas angkasa
Tunduk tawadhuk Tuhan kuasa
Selamat hidup jauhlah siksa

Rugilah insan membuang waktu
Laku perbuatan tiada menentu
Terlalu kemaruk dunia sesuatu
Berlari laksana dikejar hantu

Begitulah perihal untung terbuang
Sikap seorang laku pecundang
Sesal sekejap sekadar pantang
Berlaku jahat terus berulang

Sesal selalu datang kemudian
Tiada berguna hilang kesempatan
Berpikir awal baik pendapatan
Bijak melangkah sampai tujuan

Sememang insan banyak merugi
Waktu percuma terbuang pergi
Terhadap sesama enggan berbagi
Kelaku semacam polong jenggi

Gemar berdebat melemah iman
Saling bertengkar mencari lawan
Ketawa terbahak lagak terkesan
Sombong takabur mengampu peran

Amal shaleh menjauh jangkau
Gemerlap dunia sanjung memukau
Terkadang kelaku mengundang risau
Ajaran agama bagai terhalau

Bermuka masam terima nasehat
Marah meradang ketika diingat
Terhadap tetua hilanglah hormat
Jalin urusan perangai khianat

Mudah marah menguap sabar
Terlalu picik merasa benar
Padahal dunia hanya sebentar
Tempat singgah canda kelakar

Terhadap aib jangan membongkar
Sangat terlarang perkara mungkar
Ingatlah neraka panas membakar
Malaikat lempar nyala berkobar

Sewaktu petang banyak merenung
Supaya jiwa tidak terkurung
Ikhtiar do’a tangan menampung
Mendapat rahmat hidup beruntung

Sambil menunggu kumandang azan
Sejenak bukalah kitab al-Qur’an
Indah lantunan penerang jalan
Semakin terarah hidup tujuan

Seperti burung pulang petang
Hakikat hidup selalu mengenang
Segala kejadian selalu berulang
Hikmah terbaik alam terbentang

  • Elang keluit kalau di kampung saya adalah sejenis burung pemakan buah.
  • Kelapapati, Subuh 19 Syawal 1441 H
sastrasyair
Comments (0)
Add Comment