Syair Takdir Cinta – M. Rizal Ical

Syair Takdir Cinta

Membingkai kenangan dalam cerita
Pernah terjalin cinta tercipta
Penuh haru menyelimut semesta
Meski berujung tanpa dipinta

Tentang kejadian berujung petaka
Menjerit sakit berbalut luka
Mengapa perkara membawa duka
Sedang hati terlanjur suka

Kisah lampau cinta berpaut
Saling menyapa suara lembut
Berjanji hidup maut menjemput
Seia sekata bersama seikut

Bermula jumpa usia belasan
Langsung hati jatuh tertawan
Mulai merenda erat hubungan
Berjanji cinta abadi berkekalan

Kedua keluarga turut mendukung
Cincin tunangan mesra terhubung
Kepada Allah mengadu berlindung
Terhindar gangguan setan mengurung

Hari bahagia datang menjelang
Ramai tetamu hadir diundang
Memberi restu senyum mengambang
Dalam hati bergayut senang

Lalu hari kembara indah
Telusuri lekuk merenda gairah
Kekasih halal ikatan nikah
Senda gurau ketawa terbekah

Semakin lengkap jalani hakikat
Istri mengandung bakal zuriat
Seakan dunia telah mengikat
Betapa cinta merasuk hebat

Setiap hari bahagia terserlah
Wajah istri berseri cerah
Walau berat semakin payah
Menunggu lahir harapan menongkah

Rasa sayang bertambah berlipat
Perut membuncit tambah memikat
Bertambah manja bersandar lekat
Selalu tersenyum meskipun sarat

Sembilan bulan berlalu sudah
Erang sakit membuat gundah
Bersama ketuban terbuka pecah
Keringat mengalir sertai darah

Bertarung nyawa sekian lama
Suasana mencekam hadir menjelma
Begitu susah keadaan diterima
Menunggu lahir anak pertama

Tangis memekik demikian keras
Lahir zuriat hilanglah cemas
Wajah istri terlihat lepas
Memucat pasi putih pias

Sekuat suara memanggil nama
Hanya diam tanpa irama
Gaung sendu kian menggema
Meninggal dunia membumbung sukma

Takdir cinta berakhir pahit
Tinggallah sendiri duka menggamit
Selamat jalan hilanglah sakit
Padahal jalinan baru dirakit

Belum siap sendiri berpisah
Mata sembab tangis membasah
Bergulir pelan sebak mendesah
Kemana ganti hendak diarah

Takdir cinta berakhir merana
Mengadu nasib entah kemana
Kekasih terkasih tinggalkan buana
Berbatas alam musnah rencana

Kepada siapa melabuh hasrat
Duka mendalam pandangan tersekat
Sekujur badan menolak mendekat
Walau ramai datang memikat

Belum mampu beralih pandang
Pesona cantik terus membayang
Mengusik mimpi datang bertandang
Tergegau diam duduk tercengang

Untunglah anak pengobat rindu
Wajah lugu tatapan beradu
Mengajak sekejap membiru sendu
Dalam kecamuk kenangan syahdu


Kelapapati, 10 R. Awal 1443 H

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:

redaksi.tirastimes@gmail.com

sastrasyair
Comments (0)
Add Comment