Syair Timang-Timang Kekasih
Ketika cinta bertahta semayam
Terbayang siang sampailah malam
Perasaan berbunga tertanam dalam
Menunggu waktu kapan tersiram
Pandang kekasih hati tertawan
Raut jelita sungguh rupawan
Sebenar hati sudah berkenan
Wahai puan pesona dambaan
Hendak menatap belumlah halal
Apalagi rayu sambil berbual
Belum terniat berlaku bingal
Ajaran agama digenggam sakral
Begitu teringin berkasih sayang
Bermanja kasih timang menimang
Saling belai senyum mengembang
Melirik gelora serata pandang
Sekarang hanya menunggu saat
Ketika hati berpadu hasrat
Berguncang dada kemaruk nikmat
Sepanjang malam rayu memikat
Setelah akad hilang rintangan
Tiada halang batas sempadan
Semua terlepas tirai pandangan
Sekat berakhir lepas tambatan
Marilah sayang datang mendekat
Membawa senyum rekah memikat
Dalam peluk dekapan melekat
Demi sebuah hubungan nikmat
Usah peduli sekujur lelah
Biarkan keringat keluar bersimbah
Asal telusur bersama gairah
Beserta tatapan seluruh rebah
Timang menimang pertanda cinta
Terbit sendiri tanpa dipinta
Teramat jujur tiada sengketa
Begitu terlihat terpampang nyata
Saling sayang menjemput mesra
Hilang segala masalah mendera
Lebur menyatu raung gelora
Kemudian pendar singkir sengsara
Kemudian diam barang sejenak
Menahan tenang sekejap gejolak
Suasana semarak tinggallah jejak
Nafas perlahan hilangkan sesak
Tangan menyentuh lembut menggapai
Untaian rambut sambil membelai
Menekan bibir kecupan tersadai
Berbantal lengan selimut melambai
Aduhai lekat bersatu tatapan
Berangkai dengan seribu harapan
Segala gelisah berakhir uraian
Tersimpul cinta tanda ikatan
Takdir Tuhan terpacak keras
Menunggu benih masa bertunas
Tersemai subur pantang meranggas
Enggan berpisah terputus lepas
Seakan hendak terus mendekap
Menyatu seiring gairah berderap
Dalam dahsyat cinta berharap
Tiada sebarang kata terucap
Nyatalah semua secara benar
Tanpa sekat penghalang debar
Merintih desah hingga terkapar
Jelak memandang tatapan nanar
Cinta suci jembatan sayang
Penghubung kuat mainan timang
Hubungan kekal tanpa penghalang
Kayuh bahtera samudera terbentang
Timang sayang permata hati
Sekian lama selalu dinanti
Kasih suci takkan berhenti
Hingga hidup berujung mati
Walau seribu ujian datang
Pantang berbalik arah belakang
Bersama kuat tangan berpegang
Nyawa badan taruhan galang
Seia sekata saling mendukung
Kepada Allah selalu berlindung
Hampar sajadah hajat bergantung
Demi hubungan berkah beruntung
Kelapapati, 22 Rabiul Awal 1443 H
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com