Alaf kekinian, perkembangan teknologi informasi dalam kehidupan dimulai dari proses sederhana dalam kehidupan sehari-hari sampai pada tingkat pemenuhan kepuasan sebagai individu dan makhluk sosial. Kemajuan teknologi yang terus berkembang dimulai dari era teknologi pertanian, era teknologi industri, era teknologi informasi, dan era teknologi komunikasi dan informasi. Ini membawa berbagai dampak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, setiap individu tertarik untuk menggunakan dan memanfaatkan setiap perkembangan ini (Danuri, 2019).
Apa tuntutan masyarakat kekinian? Dari perkembangan teknologi, maka untutan akan kemudahan berbasis efisiensi dan efektifitas menjadi kunci manusia mengganti paradigma berpikir dari konvensional menjadi modern. Era modernisasi kekinian disebut sebagai cyber era; dimana kekuatan dunia teknologi internet menjadi kunci kehidupan manusia. Perilaku manusia dalam menjalani suatu transaksi ekonomi, yaitu menggunakan percepatan perkembangan digitalisasi. Digitalisasi tidak bisa dilepaskan dari kemajuan internet, sebab itu transaksi ekonomi disebut juga sebagai transaksi ekonomi digital.
Ekonomi digital bisnis adalah nilai yang diciptakan dan dipertukarkan, transaksi terjadi, dan hubungan satu lawan satu menjadi matang dengan menggunakan inisiatif internet sebagai media pertukaran (Hartman, 2000). Keberadaannya ditandai dengan semakin maraknya perkembangan bisnis atau transaksi perdagangan yang memanfaatkan media digital sebagai alat komunikasi, kolaborasi dan kegiatan ekonomi antar perusahaan atau pun antar individu seperti E-Business dan E-Commerce.
Terkait dengan perkembangan teknologi ini beberapa Negara Eropa telah mencanangkan konsep “Industri 4.0”, konsep transformasi digital ini memanfaatkan teknologi digital baru sebagai model aktivitas dan transaksi sehingga muncul Industri bidang internet dan teknologi informasi lainnya. Dalam perkembangnnya, Jepang sudah memulai era Industri 5.0. Gelombang transformasi sistem digital adalah elemen umum yang mendorong setiap kegiatan untuk memanfatkan media digital sebagai sarana utamanya sehingga transformasi digital menjadi pilar kebijakan industri pada beberapa negara (Syamsul Bahri, 2023).
Seperti laporan We Are Social (Digital 2021), jumlah pengguna internet di Indonesia hanya 72,7 juta orang pada 2015. Dalam waktu enam tahun, jumlah tersebut meroket hingga 178,68% menjadi 202,6 juta orang. Artinya, tidak hanya pengguna internet, masyarakat pun semakin adaptif dengan pembayaran berbasis elektronik. Ini tecermin dari jumlah uang elektronik yang beredar sebanyak 558,96 juta pada November 2021 (Dariyo, 2021). Selanjutnya, terdapat nilai transaksi uang elektronik juga mengalami pertumbuhan 94,65% dari Rp 16,08 triliun menjadi Rp 31,3 triliun pada November 2021. Maknanya, sepanjang tahun ini, nilai transaksi uang elektronik telah tumbuh dari Rp20,75 triliun pada Januari 2021 atau naik 0,5% pada November 2021 (Setiawan, 2018).
Gelombang ekonomi digital yang hadir dengan mendatangkan ekualitas peluang yang inklusif menjadi tantangan bagi industri untuk terus menghasilkan inovasi baru. Bukan hanya bagi industrial saja, para pelaku start up juga harus mampu bersaing dengan cara melakukan kolaborasi dan sinergi. Untuk menciptakan competitive advantage, maka sistem dan proses lama harus dipikirkan ulang, dan teknologi baru harus diterapkan agar bisnis tetap mampu menciptakan kompetitif dan berkembang sesuai tuntutan pasar.
Teknologi Digital
Jika melihat perkembangan teknologi internet, maka teknologi Digital merupakan sebuah temuan teknologi informasi yang lebih mengedepankan aktivitas berupa kegiatan dilakukan secara komputerisasi, digital dibandingkan menggunakan tenaga manusia. Konsep kerja ini lebih cenderung pada sistem pengoperasian yang serba otomatis dan canggih dengan sistem komputeralisasi; format yang dapat dibaca oleh komputer berdasarkan teknologi digital. Teknologi digital pada dasarnya hanyalah sistem menghitung sangat cepat yang memproses semua bentuk-bentuk informasi yang dimasukkan sebagai nilai-nilai numeris. Perkembangan teknologi ini selanjutnya membawa perubahan pada kualitas dan efisiensi serta kapasitas data yang dibuat dan dikirimkan, seperti format gambar menjadi semakin jelas karena kualitas yang lebih baik, kapasitas menjadi lebih efisien dan proses pengiriman yang semakin cepat.
Teknologi digital menggunakan sistem bit dan bite, untuk menyimpan data dan memproses data, sistem digital mempekerjakan sejumlah besar switch listrik mikroskopis hanya memiliki dua keadaan atau nilai (Biner 0 dan 1) berupa angka diskrit. Dari sistem ini dihasilkan berbagai perkembangan yang sangat signifikan seperti bidang komunikasi, transformasi informasi, pengolahan data, keamanan data dan penanganan kegiatan yang semakin komplek. Komunikasi yang telah berkembang pesat dengan adanya penemuan jaringan komunikasi data yang semakin maju mulai dari jaringan HSDPA, 2G, 3G, 4G bahkan sudah mulai masuk keteknologi tinggi yatu 5G. Adanya kecepatan perkembangan teknologi jaringan ini terasa begitu singkat dan melampaui batas kecepatan perkembangan hardware, sehingga banyak konsumen teknologi informasi yang selalu harus mengkuti perkembangan ini agar dapat menikmatinya. Disaat masih menikmati jaringan 4G telah ada jaringan setingkat lebih cepat dan besar kapasitasnya.
Teknologi digital akan terus berkembang dikarenakan adanya tuntutan user. Pada masa yang akan datang, perkembangan teknologi ini dipengaruhi tiga hal, yaitu transisi digital, konvergensi jaringan, dan infrastruktur digital. Konvergensi jaringan adalah efisiensi dan efektfitas jaringan komunikasi yang dapat digunakan seperti telepon, video dan komunikasi baik dirumah maupun pada perusahaan. Semakin tingginya kebutuhan konvergensi jaringan ini maka teknologi akan berubah mengarah pada kebutuhan tersebut.
Dari digital bisnis hingga ekonomi digital
Salah satu bentuk digital bisnis adalah digital marketing. Digital marketing atau internet marketing adalah penggunaan data dan aplikasi elektronik untuk perencanaan dan pelaksanaan konsep, distribusi, promosi, dan penetapan harga untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi (Untari & Fajariana, 2018). Internet marketing merupakan bentuk usaha dari pemasar untuk memasarkan produk dan jasanya serta membangun hubungan dengan pelanggan melalui media internet. Bentuk pemasaran ini pada dasarnya merupakan bagian dari pemasaran langsung. Sedangkan definisi yang disampaikan oleh Boone dan Kurtz tentang apa itu e-marketing tak jauh berbeda adalah sebagai berikut (Corley, J. K., Jourdan, Z., & Ingram, 2013) : “E-marketing adalah salah satu komponen dalam e-commerce dengan kepentingan khusus oleh marketer, yakni strategi proses pembuatan, pendistribusian, promosi, dan penetapan harga barang dan jasa kepada pangsa pasar internet atau melalui peralatan digital lain.”
E-Commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnisnya yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa E-Commerce merupakan proses pembelian dan penjualan jasa atau produk antara dua belah pihak melalui internet (Commerce-net) dan sejenis mekanisme bisnis electronik dengan fokus pada transaksi bisnis berbasis individu dengan menggunakan internet sebagai media pertukaran barang dan jasa, instansi atau individu dengan instansi.
Fenomena trend saat ini menunjukkan banyak sekali muncul marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan lain sebagainya. Melihat perkembangan marketplace tersebut, tentu banyak masyarakat yang mulai mencoba membuka suatu usaha, baik itu makanan, pakaian, perlengkapan rumah tangga, dan juga reseller. Dengan banyaknya muncul pengusah-pengusaha baru yang secara tidak langsung juga membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan juga mengurangi angka penggguran yang selama ini terbilang tinggi. Selain itu, marketplace, dapat membantu kita dalam memenuhi kebutuhan belanja kita yang terkadang suka menyita waktu dalam bisnis marketplace sangat mudah bagi seller untuk memulai usaha tersebut karena persyaratannya yang mudah dan tidak memerlukan toko untuk memulainya, melainkan bisa hanya dengan berjualan dari rumah dengan menggunakan hand phone. Marketplace juga membantu perkembangan bisnis pengantaran barang seperti JNE, Si Cepat, J&T dan lain sebagainya. Sebelum adanya marketplace, penggunaan jasa pengataran barang bisa dibilang masih sangat kurang, tetapi semenjak adanya marketplace, pengguna jasa kurir tersebut meningkat sangat pesat.
Selanjutnya, adaptasi terhadap teknologi dapat diartikan sebagi penyesuaian terhadap perkembangan teknologi kekinian. Penelitian Astuti, dkk (2023) menyebutkan bahwa perkembangan teknologi cyber tidak dapat dihindari disebabkan globalisasi sebagai efek yang sangat menentukan perkembangan teknologi informasi. Ini memberi arti bahwa manusia dipaksa untuk beradaptasi terhadap kemajuan teknologi.
Penutup
Dapat disebutkan bahwa perkembangan teknologi informasi di dunia meningkat sangat pesat dengan berbagai alat dan teknologi baru yang terus ditemukan semakin meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan manusia. Era digital membuat semua elemen kehidupan manusia telah menggunakan teknologi ini untuk menggantikan campur tangan manusia di dalam kegiatannya. Perubahan dari kegiatan manual ke sistem infromasi atau disebut proses transformasi ini terus berlanjut dari masa ke masa, sehingga nantinya semua kegiatan di sekitar manusia tidak dapat lepas dari teknologi informasi ini. Semua kegiatan dari bangun tidur sampai mau tidur kembali telah tergantikan oleh kegiatan digital, di masa depan manusia hanya tinggal menikmati semua hasil karya digital ini tanpa perlu bersusah payah untuk memikirkannya. Digital bisnis menggantikan bisnis konvensional; dan ekonomi digital juga menjadi faktor pendukung kemajuan digital bisnis.
Penulis adalah dosen Fakultas Kamputer Univeritas Lancang Kuning Pekanbaru.