PEKANBARU-TIRASTIMES: Bupai Siak, Syamsuar benar-benar merasa tersanjung saat Perkumpulan Marga Nasution Riau, meenganugerahinya marga kehormatan ‘Nasution’. Itu terjadi saat Syamsuar bersama isteri, Misnarni menghadiri acara halal bi halal dan perayaan ulang tahun ke-25 perkumpulan marga Nasution di Pekanbaru, Ahad (9/7).
Kehadiran orang nomor satu di Negeri Istana Siak bersama istri disambut hangat dengan prosesi adat Tapanuli Selatan. Sebelum masuk ke Aula PTPN V tempat berlangsungnya acara sekitar pukul 09.00 WIB, para tokoh Marga Nasution Riau yang sudah standby menghentikan langkah Syamsuar bersama isterinya. Kemudian, bak pengantin baru, kain ulospun dikenakan dari belakang Syamsuar dan istrinya. Selanjutnya diarak masuk ke tempat acara.
Sementara itu, di dalam gedung, kelompok gondang sembilan, meningkah langkah kaki Syamsuar bersama istri hingga duduk pada kursi yang sudah disiapkan. Hari itu, Syamsuar mengenakan pakaian dengan motif ”batik” khas Nasution.
- Cinta yang Tak Lazim: Puisi Icca Vianti
- Perjalanan Rasa: Puisi Asih Sarwo
- Rayakan Milad ke-29, FLP Luncurkan Gerakan Nasional Literasi Berdaya
- Merenda Malam: Puisi Irohima
Ketua Perhimpunan Marga Nasution Riau, Prof Dr Syamruddin Nasution MA, dalam sambutannya merasakan, kegiatan silaturahim ini terasa berbeda karena dihadiri tamu istimewa, yakni tokoh masyarakat Riau yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk maju dalam Pilkada Riau 2018 mendatang.
”Tadi, kita sudah memberi gelar kepada Pak Syamsuar sehingga beliau menjadi marga kehormatan kita. Jadi sudah seharusnya pula kita mendukung Pak Syamsuar untuk menjadi Gubernur Riau. Horas…!,” kata Syamruddin dan disambut horas dari ratusan warga Marga Nasution. Tepuk tanganpun bergemuruh.
“Mardangka ma baringin, di mual Pulo Batu, Horas tondi madingin, horas pir tondi matogu. Tiur dalan bolusan, tio aek dapotan. Dapot ma na ni luluan, jumpang ma na jinalahan (“Tumbuhlah cabang pohon beringin, di tepi mata air Pulo Batu. Semoga jiwa nan kuat kian nyaman sentosa, sejahteralah jiwa yang kukuh semakin teguh. Teranglah jalan yang dilalui, mendapatkan air yang jernih. Tercapailah segala yang diharapkan, dan memperoleh yang dicita-citakan),” sambung Syamruddin berpantun ala Tapanuli Selatan.
“Mudah-mudahan apa yang dicita-citakan pak Syamsuar dan kita semua dapat tercapai. Semoga Riau nanti menjadi lebih kuat dan sejahtera rakyat nya,” ujar Syamruddin yang disambut tepuk tangan meriah dari ratusan anggota perkumpulan marga Nasution.
”Dengan milad ke 25 tahun dan halal bi halal perkumpulan Marga Nasution Riau dengan anak borunya mari kita tingkatkan solidaritas kekerabatan Marga Nasution. Semoga amal ibadah kita diterima dan mari kita doakan juga agar Pak Syamsuar selalu dalam keadaan sehat,” sambung Syamruddin.
Sebagai pemimpin, ucap Syamsuar, di bidang budaya dia tidak hanya mengedepankan budaya Melayu, namun juga tetap melestarikan budaya lainnya sehingga tidak hilang dimakan oleh zaman. Adanya bermacam suku bangsa di Riau ini, semakin memperindah dan semakin mewarnai kehidupan berbangsa dan inilah kekuatan negeri ini untuk bersatu.
”Sebagai Bupati Siak, saya sudah melakukan pembangunan pendidikan dan pelestarian kebudayaan, dan selama saya menjabat sebagai bupati tidak pernah membeda-bedakan suku, ras, dan agama. Keragaman inilah yang membuat pembangunan semakin berwarna sehingga kita tidak bisa diinterpensi budaya asing,” ungkap Syamsua.
Jika nantinya diberi amanah untuk memimpin Riau, ucap Syamsuar, dia berupaya membawa Riau lebih baik lagi. Apalagi dirinya diberi penghargaan dan amanah oleh Marga Nasution.
”Akan kami jaga amanah ini. Jadi mohon doa restu dari masyarakat Marga Nasution Riau, dan mohon doa agar saya selalu sehat hingga bisa berbuat. Terima kasih atas penghargaannya. Horas…!,” kata Syamsuar yang disambut dengan “koor” horas dari para hadirin. (FIT)