Esai : Ruang Berkata-Kata Pada Laman Sastra Tirastimes

Ruang Berkata-Kata Pada Laman Sastra Tirastimes

Bambang Kariyawan Ys

Media online saat ini menjadi pilihan menarik bagi pecinta literasi terkhusus karya sastra. Kehadiran Laman Sastra Tirastimes memberikan warna serta energi tersendiri bagi penulis puisi, cerpen, esai, pantun, syair, dan genre lainnya. Laman yang tersedia berupa Pucuk Kata, Perahu Kata, dan Samudera Kata sengaja dipilih dan dihadirkan redaktur tentunya dengan pilihan kata dan filosofi yang sangat mendasar.

Pucuk Kata, laman sastra budaya yang diperuntukkan bagi kalangan pelajar SMP dan SMA sederajat. Pucuk bermakna tunas kecil yang baru akan tumbuh. Laman ini memberi ruang bagi pelajar pecinta sastra untuk mengekspresikan karyanya.  Dari sini diharapkan proses keberlangsungan kerlipan cahaya sastra terus berkelip di Riau khususnya serta Nusantara pada umumnya.

Pucuk Kata (Lembaran Sastra Remaja)

Perahu Kata, laman sastra budaya ini memberi ruang pada kalangan penulis yang sedang melayarkan perahu kepenulisnnya. Mereka yang sedang melakukan proses pencarian bentuk kedayatahanan dalam dunia kepenulisan. Laman ini terbuka untuk kalangan mahasiswa, guru, dan penulis-penulis yang terus gigih memperjuangan identitas kepenulisannya. Lewat laman ini akan hadir sosok-sosok penulis yang telah memiliki daya tahan yang tangguh dalam berkarya.

Perahu Kata (Sehimpun Karya Sastra)

Samudera Kata, laman sastra budaya yang dikhususkan untuk mereka yang telah memilih dan teruji dalam dunia kepenulisan. Lewat proses yang panjang serta “istiqomah” dalam berkarya, pengisi laman Samudera Kata akan menjadi referensi bagi siapa saja yang ingin menggelorakan gelombang kata-katanya.

Samudera Kata (Lembaran Sastra Budaya)

Bagaimanapun laman-laman sastra budaya Tirastimes dibuat kategori tidaklah bermaksud membentuk kasta dalam berkarya. Namun kategori tersebut dibuat redaktur untuk membuat standar karya serta upaya memperbaiki tulisan dan motivasi terus berkarya. Teruslah menulis.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan

1 Komentar
  1. Eddy Pram mengatakan

    Suatu inovasi terobosan pada geliat Sastra Dengan digitalisasi masa depan