Hari Teater Dunia dan Riau

84
Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Loading

Perayaan Hari Teater Dunia (Hatedu) di Bandarserai tepatnya di kedai Enkraf Yung Sungut berhasil menarik dua ratus seniman teater di Riau. Begitu juga ada empat puluh komunitas yang bergabung dalam Jaringan Teater Riau. Tampil malam itu sanggar Bahuwarna PBSI UIN, Tempa PBSI UNRI, Batra UNRI, Goeboek Creative Kampar, Beni Riaw, Adly Bektu dan Diki, Harfaldi dan acara dipandu oleh Siti Salmah.

Diskusi malam itu cukup kritis mempertanyakan bagaimana ruang kesenian yang diberikan pada teater? Sejauh mana pemerintah daerah peduli pada teater? Mana ruang-ruang yang disediakan? Begitu pula dengan isu munculnya tata ruang di Bandarserai yang ngalor ngidul dari niat awalnya sebagai Bandar kesenian. Fedli dengan keras mengkritik tidak adanya kepedulian dan regenerasi, pembinaan dalam ruang teater hari ini. Ia takut generasi ini akan putus jika tidak diberi tahu dan diwanti-wanti apa yang iklim yang sedang terjadi hari ini. Sementara, Rino meminta daerah lebih giat menjemput dana alokasi dari pusat untuk membangun kesenian daerah. Begitu banyaknya program dari pusat yang jika daerah tidak ambil maka hari ini kita hanya akan gigit jari. Pay Lembang dari UKM Batra menyampaikan bagaimana iklim teater kampus hari ini harus diisi dengan isu-isu kritik.

Rian Harahap yang merupakan ketua Jaringan Teater Riau menyampaikan peringatan ini bukan hanya sebuah seremonial belaka, mestinya ada implementasi sehingga tidak menguap. Teater hari ini sudah masuk ke seluruh sendi kehidupan, namun belakangan malah pemerintah daerah malah tidak memberikan ruang. Seniman mestinya diberikan fasilitas untuk berkarya.

Acara malam itu menjadi sebuah memori ingatan bahwa teater hari ini tidak boleh menjadi anak tiri. Tetaer sama dengan percabangan seni lain. Mestinya selebrasi teater malam itu menjadi pengingat bagi pejabat terkait untuk melihat besarnya gerakan seniman teater jika mereka berjejaring. Hingga saat ini Jaringan Teater Riau terus melaksanakan agenda-agenda secara mandiri tanpa ada bantuan dari pemerintah. Jaringan Teater Riau terus melakukan kerja-kerja pengawasan. Malam itu Jaringan Teater Riau berusia tepat satu tahun dan berharap bisa menjadi laboratorium bagi seluruh seniman teater di Riau. Tabik Teater Riau! Bangkit dan Berjaya.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan