Ibu-ibu Sudirman Indah Sambut Ramadhan Bersama Ustadzah Dr. Nella Lucky

PEKANBARU-TIRASTIMES: Ibu-ibu Perumahan Sudirman Indah, Simpangtiga, Pekanbaru mengadakan pertemuan silaturahim dan arisan guna menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H. Dalam pertemuan tersebut tampil sebagai penceramah Dr. Nella Lucky, S.Fil, M.Hum dengan tausiyah bertajuk “Mempersiapkan Diri Menyambut Bulan Suci Ramadhan.”

Tampak hadir dalam pertemuan yang digelar di kediaman Zizi tersebut yakni tiga Penasehat yakni Tati, Lisa, dan Suratni. Sedangkan dari jajaran pengurus ada pula Ketua Nenny Apriyani, Sekretaris Yuli dan Bendahara Rahmadaini. Selain itu para anggota yang hadir antara lain Armija, Luna Agustin, Elisa, Mery dan Indira Setia.

Ketua Ibu-ibu Perumahan Sudirman Indah, Simpangtiga, Hj. Nenny Apriyani, SE saat membuka acara mengatakan pertemuan silaturahim dan arisan bulanan kali ini meskipun digelar dalam suasana pandemi Covid 19 namun semua jamaah yang hadir sudah mematuhi Prokes Covid 19. Lebih dari itu, pertemuan ini mempunyai makna istimewa sehubungan menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.

”Marilah kita saling memaafkan sehingga saat menunaikan ibadah puasa nanti, hati dan jiwa kita sudah sama-sama bersih. Semoga bulan suci Ramadhan ini bisa kita isi dengan amal ibadah yang insyaallah akan diterima oleh Allah SWT,” ucap

Penceramah Ustazah Dr. Nella Lucky dalam tausiyahnya menjelaskan hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam menyambut bulan suci Ramadhan yakni memperbaiki hubungan dengan sesama manusia dan meminta maaf tanpa membuka aib sendiri dan aib orang lain.

“Dengan demikian semua kita dapat melaksanakan ibadah puasa dan ibadah lainnya selama bulan Ramadhan dengan hati yang ikhlas,” ujar Ustadzah Nella.

Pada kesempatan yang sama, Ustadzah Nella menguraikan hal-hal yang dapat membatalkan puasa yaitu masuknya makanan dan minuman ke tenggorokan, berhubungan badan suami-istri di siang hari, muntah dengan sengaja, datangnya haid dan menjadi gila/ tidak waras.

Selain itu, kata Nella ada pula aktivitas yang tidak membatalkan puasa jika dilakukan tetap berdosa yakni berghibah dan sejenisnya atau bergosip atau mengerjakan perbuatan sia-sia yang tak ada pahalanya.

Dijelaskan, pada salah satu malam Ramadhan diturunkan Allah Lailatul Qadar dengan ciri-ciri yang dapat dipedomani yaitu :
terjadi sepertiga terakhir (10 menjelang berakhirnya Ramadhan), pada malam Lailatul Qadar tidak turun hujan, pada malam itu para malaikat turun ke bumi serta keesokan harinya udara sejuk karena banyaknya sayap sayap malaikat menutupi udara sehingga terlindung dari sinar matahari dan rasa air laut terasa hambar.

Ustadzah Nella menganjurkan agar setiap orang selama bulan suci Ramadhan melakukan itikaf di dalam masjid dan banyak yg bisa dilakukan:
seperti berdoa, berdzikir, membaca Alqur’an, menginggat kekurangan diri serta melaksanakan berbagai shalat sunnah, seperti shalat taubat, shalat hajat, shalat istikharah, shalat sunnah wudhu, dan tahiyatul masdjid.

Usai tausiyah diisi pula dengan diskusi dan tanya jawab seputar masalah-masalah ke-Islaman dan ibadah selama bulan Ramadhan.

Acara silaturahim ini diawali dengan makan siang bersama dan ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustadzah Nella. (ns)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan