Istighfar: Puisi Momycharita

395
Tulisan Terkait

Loading

Di ufuk timur semburat merah menyala
Dengan senyum malu mulai pancarkan cahaya
Riang ceria menari bersama awan putih berarak
Pagi itu, Ibu berteman kicau burung menyendok sesuap nasi kuning kepada Ratri
Dan, ayah yang mengasah sebongkah batu berharap menjelma kristal berkilau

Sementara di atas langit menjelang akhir waktu duha
Kaki kaki penuh peluh berdaki tetap berdiri
Menyusuri lorong lorong gelap gerhana
Berharap masih ada terang di ujung sana
Aku mulai menyadari seonggok duri menghalangi, toreh perih luka
Namun geliat niat bulatkan tekad

Aku yang sudah lelah berjalan sendirian
Terduduk sujud di atas tembikar perbanyak istighfar

Pati, 2 Mei 2024

Momycharita, nama pena dari Anisah. Lahir di Pati, 12 Juni 1975. Belajar puisi awal 2024. Menulis cerpen jadi salah satu kegemarannya. Cerpen yang telah ia tulis: Rindu Buku Kuning, Gaun Putih Meira, Pundak Nurani. ’’Lentera Kata” adalah antologi perdananya. Aktif di Asqa Imagination School (AIS) #46. IG: @momycharita

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan