Pentigraf : Mantra Pengasih – M. Rizal Ical

A Witch's Broom

Mantra Pengasih

Berkali-kali aku katakan kepada Normah agar berhati-hati ketika berbicara dengan orang lain. Sahabatku ini orangnya kalau bicara selalu nyerocos. Mungkin kalau tinggal di kota, tidak terlalu peduli, tapi sekarang kami berada di sebuah Desa terpencil. Aku, Normah dan kawan-kawan berjumlah 10 orang merupakan peserta KKN dari Universitas Riau. Hari ini merupakan hari ke-15 kami di sini.

Pagi ini kembali Normah berulah. Dia marah-marah dengan salah seorang penduduk suku Akid, suku asli pedalaman Pulau. Ketika ada seorang pemuda menegurnya dengan sedikit bercanda langsung saja nada kasar keluar dari mulutnya. Aku melihat wajah pemuda itu berubah memerah. Antara malu dan marah karena diperlakukan seperti itu oleh Normah.

Malam setelah Maghrib, aku melihat Normah termenung di depan pintu. Berhubung sedang halangan, dia tidak sholat dan mengaji. Ketika aku menegur, Normah diam saja. Tiba-tiba Normah berkata-kata sendiri kemudian langsung terpekik, meracau dan histeris. Penghuni posko langsung memegang kaki dan tangan Normah, sementara yang lain sibuk membaca al-Qur’an. Ketua KKN langsung menghubungi kepala Desa dan menceritakan kejadian yang menimpa Normah. Aku juga ikut menambah keterangan tentang apa yang terjadi pada pagi hari. Kepala Desa langsung mengangguk. Beliau menjelaskan Mantra pengasih menyebabkan Normah begitu. Kepala Desa membaca sesuatu, terlihat mulutnya komat-kamit. Sejurus kemudian Normah tersadar sambil tertawa mengikik seperti Kuntilanak.

Rumah Cinta, 08 Oktober 2020

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan

1 Komentar
  1. VERCELFIANDO mengatakan

    Ndak tau do… ikut aja dan nyimak