

sudah dari dulu sikap bapa memang begitu
setiap kali kami bertukar cerita
saat bulan berbagi cahaya di atas kepala
cerita bapa yang ada hanya tentang abu nawas
tentang si kancil paling manis di bibir
bapa tak pernah cerita perihal
bagaimana air laut semakin asin di lidah
juga garam yang melekat di badan bapa
dari pagi merekah hingga malam gulita
bapa selalu merahasiakan hidupnya yang susah
agar berkah yang dibawa pulang ke rumah
kami telan tak tersendak
agar kami berangkat sekolah
lalu pulang dengan gembira
tanpa harus berpikir bagaimana susahnya bapa
ketika di laut sana sedang memancing nasib
disertai keringat dan air mata jatuh berderai
Tahoku, 14 Januari 2022
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com