Puisi Husnu Abadi : Aku Ingin Mencium Sorbanmu

AKU INGIN MENCIUM SORBANMU
/mengenang Buya H. Zaini Kunin

Pada senja hari ini
Aku begitu merindukanmu
Aku ingin mencium sorbanmu
Yang telah letih
Setelah perjalanan panjang
Menempuh banyak lautan
Dengan angin yang nakal
Dan matahari semakin petang

Pada senja hari ini
Aku ingin mengenakan sorban pemberian Umar
Seorang imam yang jelata
Dan sederhana
Seperti dirimu

Selamat datang Buya
Seperkemahan kami
Yang tak terjamah oleh tangan mereka
Yang ada singgasana

Datang-datanglah Buya
Di pemukiman kami
Yang penuh tantangan
Yang penuh rintangan

Pada senja hari ini
Aku ingin mengenakan pada bahumu
Sorban warisan Umar
Seorang imam yang perkasa
Dan sederhana
Seperti dirimu

Pekanbaru- Marpoyan
1981-1996-2020

Husnu Abadi


DI DEPAN NISAN
/mengenang sang Rektor H. Rawi Kunin

Engkau telah kembali
Walau nomor urutmu belumlah waktunya
Tapi itulah misteri kehidupan
Yang darinya harus diambil pelajaran

Engkau telah kembali dengan tenang
Menyelesaikan semua pertanyaan
Tentu semuanya mudah
Karena keikhlasanmu
Dan kepedulianmu
Pada pendidikan anak negeri
Sungguhlah diharapkan
Karena ghirahmu untuk kemajuan
Tak bisa dihentikan
Oleh keterbatasan yang ada

Engkau telah kembali
Dalam perjalanan yang telah selesai
Angin terus melambai
Suatu kelak nanti
kami pun sampai

Perhentian Marpoyan
1992/2020

Biodata HUSNU ABADI
Adalah salah seorang deklarator Hari Puisi Indonesia, yang menyatakan HPI adalah 26 Juli. Pada 2015, menerima penghargaan Yayasan Sagang (ANUGERAH SAGANG) kategori Seniman/Budayawan Pilihan Sagang. Sebelumnya, 2014, menerima Z. Asikin Kusuma atmadja Award dari Perhimpunan Penulis Buku Hukum Indonesia (ketua Prof. Dr. Erman Raja gukguk S.H.), di Pascasarjana UI Jln. Salemba, Jakarta. Pada 2007, menerima penghargaan Seniman Budayawan Pilihan Lingkaran Seni Drama DuaTerbilang (LDT) Universitas Islam Riau. Lautan Zikir (UIR Press 2004), merupakan kumpulan puisi tunggalnya yang ketiga setelah Lautan Kabut ( UIR Press, 1998) dan Lautan Melaka (UIR Press, 2002), Lautan Rinduku, Taj Mahal (2020), sedangkan Di Bawah Matahari, 1981 dan Matahari Malam Matahari Siang, 1982, ditulisnya bersama Fakhrunnas MA Jabbar. Buku eseisastra: Ketika Riau, Aku Tak Mungkin Melupakanmu (UIR Press, 2004), serta Leksikon Sastra Riau(UIR Press-BKKI Riau, 2009) bersama M. Badri. Kini masih menjabat Ketua BKKI (Badan Kerjasama Kesenian Indonesia) Provinsi Riau
Dilahirkan di Majenang, 1950, dan sejak 1985 menjadi pensyarah pada Fakultas Hukum UIR dengan jabatan akademis terakhir Associated Professor bidang Hukum Tata Negara. Alamat: Jln. Kelapa Gading 20, Kel. Tangkerang Labuai, Pekanbaru-Riau

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan