Puisi Husnu Abadi – Ketika Ibu Menulis Catatan Harian

Husnu Abadi
KETIKA IBU MENULIS CATATAN HARIAN

Dari pinggir pembaringan
Ibu masih sempat menulis catatan harian
Catatan harian yang ditulis ketika senja
Senja yang dari sananya hanya ada satu warna
Warna kepasrahan

Hari ini
Empat belas Juli
Ada yang berulang tahun
Karena usianya semakin bertambah
Aku telah lupa ulang tahun keberapa
Ada juga yang berulang tahun
Karena perkawinannya sampai ke angka puluhan
Aku tak pernah menghapalnya
Dan aku sendiri
Tak ingat lagi usiaku
Sudah berapa puluh tahunkah aku ini
Sudah lelah aku mengingatnya
Kalender di ruang tamu
Selalu berganti setiap tahun
Kelender hijriah
Kalender mesjid Sanglah
Kalender Bali Dwipa
Kalender Yappa
Selalu berganti warna tiap tahun
Sama susahnya aku mengingat panjang
Rumah ini
Berapa meter panjangnya
Berapa meter lebarnya
Berapa meter tinggi atap rumah ini
Dulu aku masih ingat jarak antara
Sula ke Kepaon sejauh 11 kilometer
Tak jauh sangat
Namun hari-hari ini
Jarak itu kurasakan semakin dekat
Ataukah itu hanya perasaanku saja
Tentu kalian semuanya akan menjawab
Jarak ke Kepaon tidak juga berubah
Dan tidak akan berubah
Tetap sebelas kilometer
Tukad Badung tetap ditengah desa itu
Memang orang-orang di ujung petang
Selalu berbeda dalam melihat
Dengan orang-orang di awal terang

Dari pinggir pembaringan
Ibu masih saja menulis catatan harian
Dan kini mencoba membaca
Buku tamu yang telah berjilid-jilid
Perlahan-lahan
Mengejanya
Oh ini tamu dari Buleleng
Anaknya pak Anang Salim
Ibu diam sejenak
Mencoba mengingat-ingat
Saat-saat pertama mendarat di Buleleng
Tahun 1952

Ya ya ini tulisan dari ibu-ibu Yappa
Bagus-bagus tulisannya ya ?
Tulisan itu dielus-elus
Sambil sedikit merenung
Anak yatim yang akhirnya cemerlang
Dalam kehidupan

Ada lagi pesan-kesan dari keluarga Surabaya
Tulisannya besar-besar
Dengan tinta hitam
Oh ternyata telah bertahun tak jumpa
Kembali ibu berdiam diri

“Salam kangen dari semua keluarga Majenang dan Salebu”
Ditandatangani oleh Aminun Kafrawi dan Fathonah
Tahun 2021
Baru saja berlalu
“ah aku jadi pengin ke Ponjean”
Ibu bergumam
Hampir tak terdengar

“Ibu-ibu”, kata Neli menggoda
Ini ada tandatangan dari cucunya mbah Marto
Mbah Marto yang dulu ibu temui di Yogya
Kini cucunya tinggal di Denpasar
Oh ya ?
Kembali lagi ibu mencoba mengingat-ingat

Haripun berganti semakin petang
Catatan harian itupun terlipat pelan-pelan
Dan terbaca juga
Sebuah tulisan
“Maafkan Ibu ya”
Kepasrahanku memang sudah bulat
Karena kelahiran dan keabadian
Sudah menjadi 2 sisi dari satu koin
Tak ada lagi pilihan
Yang ada hanya kepasrahan
Tak lebih
Tak kurang

“Anak-anakku”
Tolong sempurnakan kepasrahanku
Agar nantinya semuanya berakhir
Dengan penuh makna

Denpasar
17 Juli 2021

Biodata HUSNU ABADI
Adalah salah seorang deklarator Hari Puisi Indonesia, yang menyatakan HPI adalah 26 Juli. Pada 2015, menerima penghargaan Yayasan Sagang (ANUGERAH SAGANG) kategori Seniman/Budayawan Pilihan Sagang. Sebelumnya, 2014, menerima Z. Asikin Kusuma atmadja Award dari Perhimpunan Penulis Buku Hukum Indonesia (ketua Prof. Dr. Erman Raja gukguk S.H.), di Pascasarjana UI Jln. Salemba, Jakarta. Pada 2007, menerima penghargaan Seniman Budayawan Pilihan Lingkaran Seni Drama DuaTerbilang (LDT) Universitas Islam Riau. Lautan Zikir (UIR Press 2004), merupakan kumpulan puisi tunggalnya yang ketiga setelah Lautan Kabut ( UIR Press, 1998) dan Lautan Melaka (UIR Press, 2002), Lautan Rinduku, Taj Mahal (2020), sedangkan Di Bawah Matahari, 1981 dan Matahari Malam Matahari Siang, 1982, ditulisnya bersama Fakhrunnas MA Jabbar. Buku eseisastra: Ketika Riau, Aku Tak Mungkin Melupakanmu (UIR Press, 2004), serta Leksikon Sastra Riau(UIR Press-BKKI Riau, 2009) bersama M. Badri. Kini masih menjabat Ketua BKKI (Badan Kerjasama Kesenian Indonesia) Provinsi Riau
Dilahirkan di Majenang, 1950, dan sejak 1985 menjadi pensyarah pada Fakultas Hukum UIR dengan jabatan akademis terakhir Associated Professor bidang Hukum Tata Negara. Alamat: Jln. Kelapa Gading 20, Kel. Tangkerang Labuai, Pekanbaru-Riau. (E-mail :mhdhusnu@law.uir.ac.id dan HP 0812 753 7054).

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan