Puisi Husnu Abadi : Malam Seribu Bulan

MALAM SERIBU BULAN

Sepanjang malam
Di bulan ramadhan
Aku selalu datang
Mengawal shalat dan malam
Tak ada yang ketinggalan

Sepanjang malam
di bulan ramadhan
ada yang datang
mengajak bermalam-malam
menanti kedatangan malam keputusan
dari yang maha kalam

kuharap-harap jua
di malam-malam yang panjang
dapat mencuci pakaian
yang berlumpur dan hitam
yang terseret dari lika-liku kehidupan
masa silam

sepanjang malam
doa-doa dilantunkan
nyanyian zikir digemakan
kalau-kalau sampai ke tujuan
kalau-kalau sampai ke pelabuhan

oh malam yang panjang
oh malam yang dinantikan
adakah terbuka buat hamba
yang mengejar dunia
dan lupa menebar salam
yang mengejar tahta
dan lupa menanam keadilan
yang mengejar kemegahan
dan lupa menghapus penyakit dendam

adakah masih terbuka buat hamba
adakah titian lempang masih terbuka

oh Tuhan penjaga alam
datang-datanglah ke surau hamba
dalam malam-malam yang panjang
malam seribu bulan
ketika kalam tak pernah padam
dalam hati orang-orang pinggiran

esok ramadhan kan hilang
hari kemenangan bergilir datang
aku tak pulang
aku tak ingin kehilangan
aku tak ingin tenggelam
kecuali dalam genggaman
malam-malam Ramadhan
malam-malam yang dijanjikan

Kampus Ramadhan, 2001-2018

ZIARAH MINA

Setiap tahun
Lautan manusia
Melontar tiga tiang
Ada setan di dalamnya

Setiap tahun
Lautan setan
Menggoda
Lautan manusia
Dimana-mana
Dan menyebar kemana-mana

Setiap manusiaa
Menghalau setan
Penuh perlawanan
Tak cuma di Mina

Lautan manusia
Mengepung tiga tiang
Dari semua penjuru
Betapa seru

Lautan manusia berperang
Melawan lautan setan
Berdepan-depan
Behadap-hadapan
Siapa menang
Siapa menghilang ?

Kampus ramadhan, 1998/2018

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan