Burung Dalam Sangkar Emas Raja | Puisi : Rodinatul Munawaroh

92
Tulisan Terkait

Rempang: Husnu Abadi

Berita Lainnya

Loading

Burung Dalam Sangkar Emas Raja

Kepada Awan si pembawa ketenangan,

Kepada Surya si pembawa kehangatan,

Kepada Purnama si pembawa keindahan,

Dan kepada Angin si pembawa kenyamanan.

Sudahkah kau lihat Si Burung dalam sangkar emas Raja?

Kisahnya abadi dalam aksara,

Padahal pilunya bak tersesat dalam belantara.

Nasibnya malang, terkurung dalam nestapa.

Sudahkah kau lihat Si Burung dalam sangkar emas Raja?

Mimpinya hanya sederhana.

Cukup mengepakkan langit menikmati langit berawan,

Cukup menikmati arunika dengan kicauan merdunya,

Cukup menikmasi aurora dipembukaan petang malam,

Dan cukup singgah dalam sangkar serat ilalang bersama kawanan.

Namun, tahukah hai Si Burung dalam Sangkar emas Raja?

Dunia tak seindah lukisan istana.

Dunia luar tak semakmur baginda.

Terkadang, luka harus ditempa bagai baja sebelum menjadi senjata.

Bagai kapak harus diasah sebelum tajam dan berguna.

Semua alur punya luka, hai Si Burung dalam sangkar emas Raja.

Tak semudah membuka pintu lalu keluar tanpa aba-aba,

Terbang bebas dengan tawa tanpa tahu bahagia punya masa,

Terus melaju tanpa tahu kau punya batas untuk kandas.

Hai Si Burung yang ingin bebas dari Sangkar emas Raja,

Siapkan dulu sayapmua,

Lihatlah dulu bawahmu,

Sudahkah kau tahu seberapa kuat bekal terbangmu nanti?

Sudahkah kau tahu seberapa dalam kau akan jatuh,

Jika kau memaksa terbang terlalu tinggi tanpa persiapan diri?

Rodinatul Munawaroh, Lahir di Pemalang, 7 Maret 2004. Hobby menulis hanya sekedar untuk mengisi waktu luang sejak masa pandemi ketika masih menjadi Santri sekaligus Siswa di YPI Minhajut Tholabah, Purbalingga-Jawa Tengah. Namun ternyata, ketagihan sampai sekarang. Selain itu juga perempuan pecinta alam dan sekarang tengah menjadi mahasiswa Biologi di salah satu Universitas di Kota Malang.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan