Aku, Kau dan Sambal Pete: Puisi Novita Arief Hidayati

Seratus sepuluh kilometer Malang Lumajang
Jarak yang harus kutempuh tanpa alasan
Pada jalan seribu kelokan
Bertubi-tubi rindu menghantam
Entah berapa kali butuh pertemuan
Sebab sejatinya cinta kita terpaut di mulut dan perut

Inilah kenikmatan alami
Inilah cinta sejati
ketahuilah sayang
ketika aku sampai di meja ini
Gairahku menjadi-jadi
Dibakar bara cinta berkobar

Maafkan aku sayang
Rasa ini tumpah di lidah
Nikmatnya sungguh huh hah huh hah
Mulutku berhamburan sumpah serapah
Pedas, sepedas omelan manjamu
kupasrahkan jiwaku, seperti kebahagiaan pada ulekan sambalmu
Aku jatuh cinta pada sambal petemu

Lumajang, 22 April 2026

Novita Arief Hidayati, perempuan yang mengabdikan diri sebagai pengajar di SMPN 1 Tempursari Lumajang, Ia mencintai puisi sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Belajar dan terus belajar untuk meng up grade diri, menulis dan membaca puisi sebagai terapi. Pernah belajar menulis puisi di Asqa Imagination School dan sekarang sedang belajar menulis puisi di Akademi Thata Sastra. Bisa dihubungi di FB: Novita Arief Hidayati atau IG: novit_a9019

Comments (0)
Add Comment