Peran Media Digital dalam Proses Pembelajaran Siswa di Sekolah | Artikel : Anna Firdhousi Nuzula, S. Si

Media Digital Kreatif:

Peran Media Digital dalam Proses Pembelajaran Siswa di Sekolah

Teknologi itu memberikan perubahan, perubahan wawasan baru dapat diambil dengan memahaminya dan mengadaptasikannya dengan kacamata lama, sehingga keduanya melahirkan sesuatu yang berbeda

Apa itu Media Digital?

Media digital secara komunikasi diartikan sebagai media dalam suatu sistem yang dapat digunakan atau dimanaatkan seperti komputer dan media elektronik lainnya. Pemanfaatan media digital sebagai pembelajaran sudah mengalami pengembangan yang signifikan. Hadirnya media digital ini memberikan beragam inovasi pedidikan, dimana pembelajaran kovensional yang kaku dan monoton akan digantikan dengan pembelajaran mengunakan media digital yang dianggap lebih praktis, fleksibel, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

Pada saat ini perangkat teknologi begitu mudah kita temukan dalam kehidupan kita sehari-hari seperti televisi, komputer, laptop, handphone, dan jaringan internet yang menjadi basis utama dalam pengembangan teknologi. Sifat dasar teknologi sebenarnya adalah memperluas dan memperpanjang daya pikir manusia jika digunakan dengan baik. Proses pembelajaran siswa di sekolah dapat memberikan pengenalan terhadap adaptasi perkembangan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar pada guru-guru yang telah menerapkan pembelajaran menggunakan media digital kreatif, baik itu di sekolah maupun di rumah dalam kegiatan sehari-hari.

Bentuk Nyata Media Pembelajaran Digital Kreatif

Adapaun bentuk media pembelajaran digital kreatif dapat dilakukan secara audio, audio-visual maupun visual. Secara audio dapat berupa mendengarkan podcast pembelajaran edukatif, seperti pada channel podcast menjadi manusia, satu persen, makna talk dan lain sebagainya. Penalaran podcast ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mendengarkan, dan menambah wawasan terkait dunia pendidikan, menambah pembendaharaan kata dan dapat dilakukan proses belajar dimanapun dan kapanpun, sesuai dengan kebiasaan sehari-hari anak milenial.

Selain itu, secara audio-visual dapat berupa pembuatan youtube dengan konten-konten pendidikan yang ingin diajarkan oleh siswa-siswi di sekolah. Berawal dari guru yang merancang pembelajaran menarik dengan slide power point yang bisa direkam, jadi dalam hal ini guru mencoba mengajar dengan menggunakan slide presentasi secara online. Guru dapat memaparkan materi slide demi slide dengan jelas dan menghasilkan output berupa video singkat yang menarik siswa. Setelah semuanya selesai dibuat, guru dengan kreatif mencoba membuat tugas dalam blog guru pribadi, jadi pembelajaran selanjutnya menggunakan blog maupun dropbox.

Tujuan pembelajaran dalam pengumpulan tugas dengan menggunakan media blog maupun dropbox adalah menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan, jadi anak tidak perlu menulis jawaban di buku dan diupload, tapi mereka menjawab langsung dari kolom komentar yang telah disediakan di blog maupun sebagai adah diskusi dalam aplikasi dropbox. Konten yang diberikan dapat berupa pembelajaran interaktif terkait rumus singkat, kartun animasi dalam menelaah soal-soal ujian.

Pembuatan soal latihan dan ulangan juga bisa menggunakan games edukatif yang terdapat di dalam website Quizizz.com dan kahoot.com. Pembuatan soal pada website quizizz dan kahoot membuat siswa semakin bersemangat dalam mengerjakan tugas, latihan soal, dan membaca segala informasi yang masuk baik secara visual, maupun audio-visual.

Misal, kita ambil pada film Sponge Bob dimana video tentang sponge bob sangat informatif, komunikasinya di dalam video sangat baik, juga dapat menyampaikan nilai komunikasi dengan baik, dengan aksi satu arah. Selain itu pembelajaran media digital secara audio-visual pada film Sponge Bob dapat menambah perbendaharaan kata, menambah pengetahuan tentang laut, menambah pengetahuan tentang hal-hal yang ada saat memasak yang ditunjukkan oleh Sponge Bob, dan juga mendapatkan ilmu tentang komunikasi dimana Sponge Bob ini memiliki berbagai macam tipe teman dengan tingkah lucunya yang unik, disini anak-anak diajari untuk tidak membedakan diantara teman-temannya.

Sedangkan secara visual, pembelajaran dapat menggunakan media cetak sederhana seperti koran, majalah, maupun poster dan infografis yang banyak terdapat pada website canva.com dalam rangka peningkatan literasi anak. Selain itu, dalam mencapai pembelajaran yang baik, perlu dilakukan proses evaluasi pembelajaran pada siswa dengan menggunakan aplikasi jamboard, padlet dan streamyard.

Hasil Nyata Media Pembelajaran Digital Kreatif

Pembelajaran yang saya dapatkan dari pelaksanaan aksi nyata media digital kreatif pada anak-anak les yang saya ajarkan yaitu sangat membri pengaruh dan dampak besar kepada perkembangan siswa dalam belajar, terbukti dari hasil nilai pembelajaran dan antusias mereka dalam belajar. Sampai saya liburkan les, anak-anak tetap ingin belajar les. Media pembelajaran yang menyenangkan, akan membuat anak-anak berpacu dalam belajar. Hal hal positif yang mereka rasakan setelah mereka mendapatkan pembelajaran yang tidak biasa adalah rasa tanggung jawab dan kejujuran menjadi modal dasar utama dalam pembelajaran. Selain itu, kejenuhan dalam pembelajaran akan dapat teratasi dengan baik. Kenapa hal demikian terjadi? Jawabannya adalah karena rasa senang siswa akan mendorong mereka untuk belajar, mereka akan bersemangat dalam belajar, menjadi rajin dan tidak malas dalam belajar.

Anna Firdhousi Nuzula, S. Si, SDN 002 Sagulung

digitalmedia
Comments (0)
Add Comment