KARAKTER TANGGUH MENGHADAPI SOCIETY 5.0
(Implementasi Nilai-nilai Al-Qur’an Dalam Mata Pelajaran Sosiologi)
Pendidikan idealnya tidak hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value, sehingga tujuan akhir dari pendidikan tersebut tidak hanya menghasilkan “robot cerdas” tapi juga “berhati brilian”. Seiring berjalannya waktu, teknologi yang diciptakan terus maju dan berkembang. Society 5.0 merupakan sebuah masa dimana manusia hidup sangat ketergantungan dengan teknologi modern yang memudahkan pekerjaanya. Saat ini, internet tidak hanya sebagai sarana untuk memperoleh informasi melainkan juga sarana untuk menjalani kehidupan.
Kemajuan IPTEK membuat peserta didik memperoleh knowledge dari gawai yang mereka miliki tanpa batasan jarak dan waktu, seperti belajar suatu bidang yang menarik dan mereka sukai secara otodidak. Bahkan kemampuan yang mereka miliki di luar batas pemikiran orang dewasa. Salah satu peserta didik hebat itu bernama Abdullah Muzakir SMKN 8 Semarang, yang berhasil membobol sistem keamanan google perusahaan Amerika sehingga ia mendapatkan imbalan dari perusahaan tersebut sebesar Rp. 75.000.000. Berdasarkan fakta tersebut ternyata sumber pengetahuan bagi peserta didik tidak hanya guru namun juga internet. Tapi sayangnya, internet yang canggih tidak mampu menginternalisasikan karakter yang baik kepada peserta didik, nah inilah tugas penting kita sebagai guru. Secerdas apapun peserta didik kita nantinya namun jika nantinya dia berkarakter kurang baik seperti berbohong, mencuri, serta melakukan apa saja untuk kepentingan dirinya sendiri tanpa memperdulikan orang lain. Tentu hal ini akan menghancurkan karirnya dimasa yang akan datang serta membahayakan masa depan bangsa ini.
Salah satu agen sosialisasi dalam membentuk karakter peserta didik selain keluarga yakni lembaga sekolah, yang mana pemegang kendali adalah guru. Orang tua meletakan harapan dan kepercayaan kepada guru untuk dapat membantu mereka dalam mendidik sang anak agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia. SMAIT Al-Ittihad Pekanbaru adalah salah satu sekolah yang berperan dalam memperbaiki karakter generasi muda negeri ini, dengan visi Al-Qur’an, Akhlak, dan Prestasi. Agama sangat penting bagi kehidupan manusia. Sumber dari pedoman agama Islam adalah Al-Qur’an, nilai-nilai yang terkandung didalamnya membuat pengetahuan kita tentang agama dan dunia meningkat. Wujud dari kepahaman kita terhadap nilai-nilai tersebut adalah akhlak atau kepribadian yang baik. Jika kedua hal penting tersebut sudah melekat ke dalam diri peserta didik maka prestasi akan dapat digapai, dipertahankan, dan ditingkatkan secara terus-menerus.
Peserta didik dalam kesehariannya dibekali dengan kegiatan islami seperti, zikir pagi dan membaca Al-Qur’an bersama. Pada materi disetiap mata pelajaran diintegrasikan dengan nilai-nilai agama dan hadis, sehingga siswa merasa bahwasanya Al-Qur’an akan membantu kita dalam menghadapi kehidupan dunia. Ilmu-ilmu yang ada saat ini ternyata terdapat nilai-nilai kebaikan yang dapat kita pelajari.
Pada mata pelajaran Sosiologi peserta didik diajarkan tentang materi nilai dan norma sosial. Nilai merupakan sesuatu sikap atau prilaku yang dianggap baik atau buruk oleh masyarakat, sedangkan norma berupa aturan yang terdapat dalam masyarakat. Materi ini saya kaitkan dengan Q.S Al-Zalzalah ayat 7-8 yang mengandung makna allah akan membalas setiap kebaikan ataupun keburukan yang dilakukan manusia meskipun sebesar biji zarah.
Mari kita kaitkan dengan realitas sosial jika kita memiliki prilaku yang baik maka kita akan diterima didalam masyarakat namun sebaliknya jika perilaku kita tidak baik maka kita akan dikucilkan dalam masyarakat. Yang perlu kita garis bawahi, sekaya apapun kita, secerdas apapun kita, dan seberkuasa apapun orang tua kita pada hakikatnya kita hanyalah manusia yang tidak bisa hidup sendiri, kita butuh bantuan orang lain.
Kita hidup di tengah masyarakat punya aturan selayaknya kereta api yang berjalan di atas relnya. Jika sang masinis mengendari kereta keluar dari relnya maka akan celaka semua penumpang. Begitu juga hidup ditengah masyarakat Indonesia yang beragam kita harus mengikuti aturan, bertoleransi, berperilaku yang baik agar kehidupan kita berjalan dengan tenang dan damai. Jika peserta didik perperilaku melanggar nilai dan norma maka perilaku tersebut dikatakan perilaku yang menyimpang yang mana sanksi tegas bagi yang melanggarnya. Pada meteri ini diharapkan peserta didik dapat berpikir serta memperhitungkan resiko dari setiap perilaku yang akan dilakukannya.
Pada materi perubahan sosial saya mengintegrasikan dengan Q.S Ar Rad ayat 11 yang artinya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak ingin merubah nasibnya. Pada materi ini guru dapat memotivasi peserta didik untuk terus mengejar cita-cita mereka sehingga terwujud pribadi yang pantang menyerah, disiplin, dan bertanggung jawab. Jika semua materi pembelajaran guru mengaitkan dengan nilai agama, insyallah pembelajaran akan sangat bermakna bagi peserta didik kita.
Pendidikan ideal akan terwujud yakni memiliki peserta didik yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan emosional. Sumber daya manusia Indonesia siap menghadapi society 5.0 dan bonus demografi tahun 2045. Kehidupan dunia dan akhirat tidak dapat dipisahkan. Kehidupan dunia harus dinikmati sebagai nikmat dari allah dan dijadikan persiapan untuk menuju kehidupan hakiki penuh kebahagiaan.
Pekanbaru, 21 Maret 2023