Tahun lalu, tubuh besar, jiwa tempa keras,
Muara panggil, kuat, jelas.
Naluri bimbing pulang, perjalanan panjang, penuh rindu,
Arus deras lawan, takdir jalani, tanpa henti.
Batu halang, luka menganga, darah alir,
Namun tekad tak padam, langkah teguh.
Aku lawan, bukan menyerah, tunduk, namun tak patah semangat,
Arus ini, bukan sungai biasa, jalan takdir harus tempuh.
Di hulu jauh, riak air bisik lembut,
Sambut kepulanganku, tubuh lelah, jiwa tegar.
Muara, bukan hanya peluk, tempatku kembali,
Hadapi luka, sendiri, kepala tegak.
Aku hanya salmon, tari di arus nasib,
Mungkin aku hilang, sebelum tiba di muara,
Namun, hilangku bukan karena luka, tetapi karena selesaikan takdir.
Kudus, 4 April 2025
Muhammad Fendi Afidin, lahir di Kudus, 12 November 2006, ia adalah penulis muda yang bersemangat mengeksplorasi dunia tulis-menulis. Ia percaya pada kekuatan kata-kata untuk menghubungkan dan menginspirasi, menuangkan pengalaman dan pengamatannya ke dalam setiap karya. Dengan tekad kuat dan kreativitas tinggi, ia terus berkreasi dan berharap karyanya dapat dinikmati banyak orang. Karyanya Masuk kedalam beberapa buku antologi Nasional. Aktif dalam kelas Asqa Imagination School (AIS). IG: @afidinf // @afidinf.__ Tiktok: @afidinz__